Showing posts with label TRAVELLING. Show all posts
Showing posts with label TRAVELLING. Show all posts

Sunday, January 29, 2017



Pagi itu adalah hari terakhir di Kuala Lumpur Malaysia, tepatnya pada tanggal tanggal 24 Januari 2017.  Sudah seharusnya hari ini yaitu hari Selasa tepatnya saya meninggalkan kaki ini dari negeri Jiran. Sebagai traveler pastinya bingung bagaimana meniinggalkan negeri ini dengan uang seadanya. Otak pun berpikir mencari jalan terbaik untuk mencari transportasi yang lebih murah menuju Bandara International KLIA 2 Malaysia.
Sedikitnya ada tiga transportasi pilihan yang perlu digunakan jika ingin ke KLIA 2 dari KLC.  Transportasi tersebut bisa menggunakan Bus hanya mengeluarkan 12 RM, MRT Express mengeluarkan 55 RM dan Taxi sekitar 30 RM. Karena uang yang pas-pas an pada akhirnya saya memilih menaiki Bus.


 Gambar 1. Sky Bus Kuala Lumpur Center (KLC)
(Sumber: Dokumen Pribadi)

Sebelumnya, sebagai traveler lagi-lagi bingung untuk mencari bus dari KLC menuju KLIA 2. Pada akhirnya saya mencari-cari tempat terminal bus di daerah KLC, alhamdulillah saya pun menemukan tempat pemberhentian Bus di daerah KLC, tepatnya di lantai bawah dekat KLC. Saya pun langsung membeli tiket Bus di loket yang telah disediakan. Berikut ini saya tampilkan gambar loket tempat pembelian tiket Bus. 


 Gambar 2. Loket Sky Bus Kuala Lumpur Center (KLC)
(Sumber: Dokumen Pribadi)


Pukul 13.00 waktu Malaysia, saya pun berangkat meninggalkan KLC dengan menggunakan Bus menuju KLIA 2. Tak terasa perjalanan selama 1 jam, saya ketiduran di dalam Bus, hingga terbangun lelah dengan membuka mata yang telah lenyap dalam tidur. Selamat datang kembali di KLIA 2 hehe..
Bus pun berhenti di lantai bawah Bandara International KLIA 2, tak habis pikir saya pun mengambil koper saya yang kurang lebih tingginya setengah meter. Lagi-lagi saya bingung sesampainya di KLIA 2, bingung sebagai traveler hehe.. bingung apa?. Yah bingung mencari tempat Check in. tak habis piker pun saya bertanya kepada security dekat dengan pemberhentian Bus di Lantai bawah KLIA 2.
Anda jangan khawatir, bagi yang belum bisa Bahasa inggris, di Malaysia bisa menggunakan Bahasa Indonesia. sebagian  besar petugas di Malaysia menggunakan Bahasa Indonesia Melayu. Alhamdulillah saya pun mendapatkan pencerahan untuk menuju Check in. Bagaimana caranya?...
Saya pun menaiki elevator atrau lift dari lantai 1 menunju lantai 2 atau platform 2 KLIA 2. Setelah itu, di lantai 2 saya menaiki tangga jalan menuju lantai 3. Tepat diujung tangga ada security, akhirmya saya bertanya lagi karena kebingungan mencari tempat Check in, akhirnya mendapatkan pencerahan dari Security bahwa saya harus menaiki satu tangga lagi. Alhamdulillah sampai di pintu Check in penerbangan dari KLIA 2 Malaysia menuju Bandara Juanda Surabaya.
 Di depan pintu masuk Check in keberangkatan, saya pun menikmati sebentar di taman-taman kecil sambal mengambil foto sedikit. Di taman-taman tersebut ada tempat duduk untuk bersantai sambil menghirup udara segar untuk menghilangkan rasa lelah di perjalanan. Selain itu, saya menemukan gambar icon KLIA 2, tak habis pikir saya pun meminta ke security untuk bantu ambil foto. Kali ini saya meminta ke security menggunakan Bahasa inggris, karena dari fisiknya berasal dari kebangsaan India. Sebagian besar yang saya ketahui selama di Malaysia, orang-orang India jarang yang bisa Bahasa Melayu, kebanyakan menggunakan Bahasa india atau bahas inggris. “Sorry sir, could you help me, take a picture?”, ujar saya. Alhamdulillah security itu pun ingin membantu, akan tetapi ia malah menjawab dengan menggunakan Bahasa tubuh, dengan menggelengkan kepala ke kiri. Katanya sih itu maksudnya dari kebudayaan India, “Ya”. Alhamdulillah ini foto yang diambil dari security berkulit India itu. 

 Gambar 3. Icon KLIA 2

(Sumber: Dokumen Pribadi)


Setelah itu, Saya pun masuk di pintu Check in. Saya melihat sejenak informasi jadwal keberangkatan untuk beberapa negara, seperti terjadwal pada gambar di bawah. 


 Gambar 4. Papan Informasi Keberangkatan
(Sumber: Dokumen Pribadi)


Pada saat ini jadwal keberangkatan ke Surabaya pukul 19.15 waktu Malaysia, sedangkan pada saat itu masih pukul 16.15, alhamdulillah masih 3 jam untuk mengelilingi KLIA 2. Saya pun segera mungkin melakukukan Check in di Gage U. Gage U berada disebelah kiri dari papan informasi keberangkatan, yang mana disebelah kiri terdapat Star Buck. 

 Gambar 5. Star Buck KLIA 2

(Sumber: Dokumen Pribadi)


Pertama kali saya melakukan Check in sendiri melalui teknologi seperti ATM, akan tetapi ketika saya scan passport tapi error terus. Pada akhirnya saya pun melakukan Check in ditempat biasanya, tapi memang ngantri lama. Setelah saya melakukan Check in, ternyata koper saya dikenakan bagasi tinggi sebesar 63 RM. Padahal beratnya tidak sampai 7 kg, hanya 5 kg. ini memang pelajaran  buat kedepannya jika ingin ke luar negeri harus bawa koper yang tingginya jangan sampai setengah meter, walaupun beratnya tidak sampai 7 kg. 

                                              Gambar 6. Teknologi ATM Self Check in

(Sumber: Dokumen Pribadi)


                                      Gambar 7. Gage U Check in Khusus Indonesia

(Sumber: Dokumen Pribadi)


Pada akhirnya saya pun bingung bukan kepala, uang di kantong hanya sisa 54 RM, uang kurang untuk bayar bagasi. Setelah itu, saya pun menenangkan diri menuju Mushola KLIA 2, untuk menuju Mushola sangat gampang, tinggal melihat arah panah saja pasti ketemu. Intinya baca informasi yang ada di KLIA 2 saja jika ingin kemana-mana, bahasanya cukup mudah dipahami, tidak beda jauh dengan Bahasa Indonesia. 

 Gambar 8. Penunjuk Arah ke Mushola KLIA 2
(Sumber: Dokumen Pribadi)

Sesampainya di Mushola, saya pun mendirikan Sholat Dzuhur dan Ashar di Jamak, menenagkan diri sambil berpikir bagaimana caranya agar barang-barang ini tidak kena bagasi. Syukur alhamdulillah, di koper masih ada satu tas yang cukup untuk memindahkan barang-barang di koper. Pada akhirnya saya pun meninggalkan koper dan sedikit baarang-barang seperti indomie dan pemanas. Setelah di timbang, alhamdulillah tidak kena bagasi. Pada akhirnya, sambal menunggu waktu, saya pun keliling KLIA 2, sambal melihat-lihat likak-likuk yang dilakukan orang-orang di Bandara, berbeda-beda warna kulitnya dan Bahasa yang digunakan juga berbeda, tapi terasa satu di sini hehe….

 Gambar 9. Tempat Penimbang Tas
(Sumber: Dokumen Pribadi)

          


Sisa uang di kantong masih 54 RM, pada akahirnya saya habiskan untuk  membeli cokelat khas Malaysia untuk oleh-oleh orang tua dan sekeluarga di kampungb halaman. Alhamdulillah habis 50 RM untuk membeli cokelat 4 bungkus hehe.. setelah itu, saya pun menuju Gage Q 3 sebagai ruang tunggu untuk keberangkatan di Surabaya. Di Gage Q3 ada air minum siap saji geratis, jadi sambal menunggu pesawat Air Asia selama 2 jam di Gage Q3, saya pun menikmati air minum geratis itu hehe…


 Gambar 10. Air Minum Geratis
(Sumber: Dokumen Pribadi)


^Semoga Bermanfaat^
Yuk Share, Bagikan, Like dan Komen biar lebih bermanfaat
Terima kasih

Thursday, October 23, 2014




Cuk kicak kicuk kicak kicuk kereta berangkat, cuk kicak kicuk kicak kicuk hatiku gembira. Mendengar sepotong syair lagu dangdut tersebut, mengingatkan akan perjalanan saya dari stasiun Jakarta Kota sampai stasiun Surabaya Gubeng. Perjalanan yang cukup melelahkan dari kota metropolitan pertama sampai kota metropolitan kedua di Indonesia. Tapi, rasa lelah itu sedikit hilang ketika teringat amanah dari kedua orang tua saya, yaitu menuntut ilmu disalah satu Institut terbaik bangsa, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Ketika diperjalanan, saya melihat pemandangan alam di Indonesia itu sangat indah, pegunungan yang menjulang tinggi, hamparan sawah yang hijau, aliran sungai yang begitu jernih, rawa-rawa yang bersih, danau yang tenang seperti penduduk di Negeri ini. Penduduk yang sangat sopan, ramah dan tamah, terlihat saat di dalam kereta suasananya sangat islami dan bermasyarakat. Banyak diantaranya wanita yang memakai kerudung, ketika makan sambil menawarkan orang di sebelahnya, ketika jalan mengucapkan salam, suasananya sangat sejuk, tidak ada orang yang merokok, banyak orang yang membaca Al-Qur’an, membaca buku, membaca koran, bahkan ada seorang ibu yang sedang sholat sambil duduk. Setelah orang itu selesai sholat, saya bertanya,”sholat apa yah bu?, padahal masih jam sembilan pagi.” Ibu itu menjawab,”sholat dhuha nak.” Subhanallah, Negeriku sangat kental dengan budaya Islam, budaya yang sudah lama diperjuangkan oleh Rasulullah Saw. dan para sahabatnya.
Sobat, ternyata saya baru saja terbangun, rupanya saya bermimpi, saya takut ternyata di Negeri ini masih gelap. Sobat, mungkin selama ini saya masih jauh untuk berharap, melupakan pesan-pesan dalam suratmu terdahulu. Sobat, ternyata Indonesia sedang dilanda bencana, budaya banjir yang terus mengguyur daratan, memakan banyak korban, hingga alampun menjadi sasarannya. Sobat, saya tahu jalan ini sangat panjang dan melelahkan. Tapi, ini pasti jalan kemenangan, di ujung jalan ini saya yakin ada cahaya yang terang benderang.    



Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter