Showing posts with label POETRY. Show all posts
Showing posts with label POETRY. Show all posts

Tuesday, August 17, 2021

Karya: Madi Ar-Ranim
Lampung, 17 Agustus 2021

Bangsaku, kau adalah gelora dalam atma
Kujunjung cita dan cinta setinggi nastabala
Semangatku bagaikan alammu yang anindita
Segara, Ancala, Huma menyatu dalam aksa

Merah dan Putih melebur menjadi satu
Bagaikan pemberani melembutkan dahayu
Namamu, bagaikan baswara dalam sukmaku
Hari ini adalah kemenanagan tanah airku

Indonesia, bersamamu kita junjung berdikari
Melawan batas penjajahan yang menyakiti
Mari kita bangun bersama-sama negeri ini
Agar jaya dengan prestasi dan kontribusi

Merdeka, wahai bangsaku, Indonesia
Mari buktikan bersama bahwa kita bisa
Menaklukkan dunia di atas segala bangsa
Demi ibu pertiwi yang selalu kucinta





Monday, December 22, 2014









Mawar Merah Untuk Ibu

Oh... Ibu, belahan hatimu selalu untukku

Kasih mu bagaikan awan yang biru

Pelukanmu bagaikan hembusan angin yang tak akan menipu

Belaian tangan mu begitu melembutkan qalbu

            Oh... Ibu, sembilan bulan aku dikandungmu

            Hidup seorang diri, tapi terasa lembut dan tenang dipangkuanmu

            Sakitkah engkau ketika aku dikeluarkan dari perutmu?

            Gembirakah engkau ketika aku keluar dari perutmu?

Banyak titihan hidup yang engkau jalani

Rintangan, hambatan dan rintangan engkau hadapi

Tapi, aku merasa berdosa tanpa mendampingi

Aku menyesal atas tingkah laku yang selama ini

            Selamanya aku tak pernah berbuat baik terhadap matamu yang masih terbuka

            Harta, jiwa, rohani bahkan ilmu pun aku dapatkan dari engkau semua

            Kasih sayangmu begitu besar bagi dunia

            Pengorbananmu begitu ikhlas hingga menutupi alam semesta

Oh... Ibu, bukalah matamu.... aku hanya ingin mengungkapkan satu kata

Maafkan aku ibu, hanya bunga mawar inilah yang mengharumi engkau selamanya

Kini, aku menyesal dan akan selalu menyertaimu disetiap aku berdo’a.





Sebutir pasir kau taburkan

Sehelai daun kau terbangkan

Setetes air kau percikkan

Selembar kertas kau goreskan

Sebuah pengorbanan kau perjuangkan

Jejakmu kini telah tergoreskan

            Ibu...

            Kau adalah harapan jiwaku

            Kau adalah bagian dari ragaku

            Tanpamu aku akan kaku

            Tanpamu aku akan terbelenggu

Sembilan bulan aku berada di dalam rahimmu

Bersusah payah tuk jaga diriku

Lemah yang bertambah-tambah kau hiraukan demi diriku

Sakit dan letih kau pertarungkan untuk hidupku

            Ibu...

            Kau goreskan pena ini

            Dalam lembaran-lembaran ilahi

            Kau ukirkan jejakmu kini

            Dalam setiap langkah menuju sang rabbani

Hembusan nafasmu hingga senja tiba

Menunggu kelahiran anak harapan bangsa

Tetesan  keringatmu hingga membasahi harta

Membenahi kehidupan untuk keluarga tercinta

            Ibu...

            Dalam letihmu kau rangkaikan kata-kata

            Dalam perjalananmu kau ukirkan pena

            Tak ada lelah dalam jiwa dan harta

            Kau terus melangkah demi putra bangsa

Senyum mu kau sembunyikan dari letih mu

Tulisan mu kau hidupkan dari hati mu

Perbuatan mu kau tutupkan dari beban mu

Kisah cita mu kau bagikan untuk diriku

            Ibu...

            Seribu mimpi kau ukir demi meraih cita

            Sepanjang jalan kau cari rejeki demi keluarga

            Sepanjang waktu kau goreskan penuh dengan tinta

            Seribu langkah jejak mu penuh dengan harapan bangsa

Perasaan hatimu setulus kain sutra

Pengorbanan mu sudah begitu besar bagi keluarga

Perjuangan mu sangatlah berjasa bagi bangsa

Jejak kaki mu terus melangkah di dunia

            Ibu...

            Kini kau tak lagi mampu untuk melangkah

            Kini kau hanya berdiam lumpuh di kursi roda

            Tapi goresan tinta mu masih terlihat indah

            Mewarnai mentari yang bersinar di dunia

Maafkan aku yang banyak berbuat salah kepadamu

Maafkan aku yang tak mampu membalas jasamu

Hanya harapan dan doa yang selalu aku berikan untukmu

Hanya Tuhan yang membayar ketulusanmu

            Ibu...

            Aku akan selalu merindukanmu

            Aku tidak akan pernah melupakan goresan penamu

            Terima kasih... Ibu, atas jejak pengorbananmu

            Terima kasih... Ibu, atas jejak tulisanmu

PENTING!!! Puisi Ini Terpilih sebagai Quotes Terbaik dan di buku kan dalam buku Antologi Setulus Kasih Ibu bersama Sahabat Pena Nusantara

Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter