Sebutir pasir kau taburkan
Sehelai daun kau terbangkan
Setetes air kau percikkan
Selembar kertas kau goreskan
Sebuah pengorbanan kau perjuangkan
Jejakmu kini telah tergoreskan
Ibu...
Kau adalah harapan
jiwaku
Kau adalah bagian
dari ragaku
Tanpamu aku akan
kaku
Tanpamu aku akan
terbelenggu
Sembilan bulan aku berada di dalam rahimmu
Bersusah payah tuk jaga diriku
Lemah yang bertambah-tambah kau hiraukan demi diriku
Sakit dan letih kau pertarungkan untuk hidupku
Ibu...
Kau goreskan pena
ini
Dalam
lembaran-lembaran ilahi
Kau ukirkan
jejakmu kini
Dalam setiap
langkah menuju sang rabbani
Hembusan nafasmu hingga senja tiba
Menunggu kelahiran anak harapan bangsa
Tetesan keringatmu hingga
membasahi harta
Membenahi kehidupan untuk keluarga tercinta
Ibu...
Dalam letihmu kau
rangkaikan kata-kata
Dalam perjalananmu
kau ukirkan pena
Tak ada lelah
dalam jiwa dan harta
Kau terus
melangkah demi putra bangsa
Senyum mu kau sembunyikan dari letih mu
Tulisan mu kau hidupkan dari hati mu
Perbuatan mu kau tutupkan dari beban mu
Kisah cita mu kau bagikan untuk diriku
Ibu...
Seribu mimpi kau
ukir demi meraih cita
Sepanjang jalan
kau cari rejeki demi keluarga
Sepanjang waktu
kau goreskan penuh dengan tinta
Seribu langkah
jejak mu penuh dengan harapan bangsa
Perasaan hatimu setulus kain sutra
Pengorbanan mu sudah begitu besar bagi keluarga
Perjuangan mu sangatlah berjasa bagi bangsa
Jejak kaki mu terus melangkah di dunia
Ibu...
Kini kau tak lagi
mampu untuk melangkah
Kini kau hanya berdiam
lumpuh di kursi roda
Tapi goresan tinta
mu masih terlihat indah
Mewarnai mentari
yang bersinar di dunia
Maafkan aku yang banyak berbuat salah kepadamu
Maafkan aku yang tak mampu membalas jasamu
Hanya harapan dan doa yang selalu aku berikan untukmu
Hanya Tuhan yang membayar ketulusanmu
Ibu...
Aku akan selalu
merindukanmu
Aku tidak akan
pernah melupakan goresan penamu
Terima kasih...
Ibu, atas jejak pengorbananmu
Terima kasih...
Ibu, atas jejak tulisanmu
PENTING!!! Puisi Ini Terpilih sebagai Quotes Terbaik dan di buku kan dalam buku Antologi Setulus Kasih Ibu bersama Sahabat Pena Nusantara

0 komentar:
Post a Comment