Lautku
Adalah Energiku
Disudut sebuah pulau yang berkerumunan
dengan gemercik ombak-ombak pantai, tersahatlah hati ini yang dapat membasmi
jiwa penuh dengan dosa lagi pilu ini. Tak ada yang pernah terpikir dalam segala
benak pemikiran ini, hanyalah pengharapan ketika kaki ini tersahat oleh lirik-lirik
lagu ombak-ombak kecil di ujung pantai yang jauh dari kerumunan.
Terlihat lah diujung sana sesosok
pemuda yang menatap matahari senja yang hendak meninggalkan dunianya yang
sementara. Hembusan nafas sosok pemuda tersebut terlihat begitu serius dan
meresapi akan ketenangan kehidupan. Menikmati alunan musik ombak-ombak kecil,
menikmati dinginnya air-air lautan, dan meresapi akan segernya udara angina-angin
lautan, itulah nikmat yang amat besar Allah berikan kepada hambanya.
Sahabat, sudah kah anda mengetahuinya
bahwasannya laut itu diciptakan untuk dijadikan pembelajaran bagi kita semua?,
lautan memang sungguh menyimpan arti yang tersirat baik di dalam maupun di luar
lautan yang begitu luas lagi dalam itu. Subhanallah, sebagian besar bumi ini
dikelilingi oleh hamparan lautan dibandingkan daratanya. Pernah anda
mengetahui?, ternyata dalam perspektif kitab agama islam yaitu, Al-qur’an pun
mengatakan hal yang demikian, bahwasannya pembahasan mengenai lautan lebih
banyak dibandingkan daratan. Begitulah ada sesuatu arti besar, energy besar
yang telah lama tersimpan di lautan yang amat luas itu.
Al-Qur’an membahas daratan sebanyak
13 ayat, sedangkan Al-Qur’an membahas mengenai lautan sebanyak 32 ayat, apabila
dijumlahkan antara keduanya menjadi 45 ayat. Bisa pula diartikan 13 ayat itu
sama halnya dengan 28,89% dan 32 ayat itu sama halnya dengan 71,11% dari jumlah
45. Dan tahukah anda?, bahwasannya hal tersebut sesuai dengan hukum alam yang
menyatakan bahwa bumi ini terdiri atas 28,89% daratan dan sisanya berupa lautan
yang amat luas yaitu 71,11%. Subhanallah, begitu sempurnanya Allah yang telah
memperhitungkan semuanya sesuai dengan Al-Qur’an.
Sahabat, tahukah anda? Ketika angin dihembuskan
siul-siul begitu halusnya hingga menghembus sejuknya nafas di dada ini,
disitulah menimbulkan riak-riak kecil atau dalam istilah kelautan disebut sebagai
ripple. Begitulah riak-riak kecil itu
naik turun gerakannya, apabila angin berhembus dengan kecepatan relative rendah.
Namun apabila kecepatan angin itu bertambah, terbentuklah gerakan naik turun
yang teratur dan indah dipandang mata, gerakan itu biasa kita kenal dengan
gelombang. Gelombang itu tak akan berhenti, tapi terus bergerak naik turun
seakan-akan seperti penyanyi paduan suara yang terus bersuperposisi. Dan,
terbentuklah gelombang-gelombang besar yang tanpa menghilangkan riak-riak kecil
tersebut.
Sahabat, tahukah anda?, bagaimana
jadinya jika Allah SWT. menyuruh angina untuk menghembus sekencang mungkin,
berhembus begitu kencang?, apakah yang akan terjadai, wahai sahabatku?....
Pastilah kita membayangkan, angin dengan
kecepatan tinggi akan membuat gelombang menjadi amat besar dan gerakannya tak
terkendalikan, seakan-akan itu adalah gelombang acak yang mengamuk-amuk tak
jelas arahnya. Rumah-rumah, pohon-pohon, tiang-tiang, semuanya akan
terhancurkan oleh gerakan amuk gelombang lautan, bahkan gedung-gedung tinggi
pencakar langit pun dapat segera terlahap oleh amukan gelombang lautan.
Sahabat?, bagaimana menurut anda
terhadap besarnya gerakan gelombang laut yang membuat sekujur tubuh ini
merinding?.... dan, tahukah anda? Tak ada satu bangunan pun di lautan yang luas
dapat berdiri kokoh selayaknya bangunan di daratan. Kapal yang berlabuh pun tak
pernah diam dengan tariannya akibat gelombang laut yang mengiringnya. Ulah siapakah
itu sahabat?.... yah… gelombang laut lah yang dapat mengguncangkan seluruh
benda disekitarnya, ia dapat memusnahkan kapan pun ia mau…
Sahabat, pernahkah anda berfikir?,
dibalik ketakutanku melihat guncangan gelombang lautan yang dapat memusnahkan
bangunan-bangunan, ternyata ada nilai yang lebih dari itu. Apakah itu sahabat?
Pernah ku ingat dalam janji yang
pernah Allah SWT. katakana yaitu, “Boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula)
kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah : 216).
Begitulah sempurnya Allah SWT. yang
memberikan nilai kebaikan dibalik sesuatu apapun yang kita tidak sukai. Jujur dari
saya kecil sampai sekarang pun, saya adalah orang yang tidak suka dengan
gelombang laut karena sifatnya yang semaunya sendiri untuk menghancurkan
bangunan-bangunan disekitarnya, sangat menakutkan memang. Tapi, ternyata
dibalik itu semua ada sesuatu yang tersimpan dibalik seremnya gelombang laut,
setelah saya nyasar masuk di jurusan Teknik Kelautan ITS, ntah kenapa seperti
ada sentilan yang mendalam, bahwa ada potensi yang bisa dimanfaatkan dari
gelombanh laut itu sendiri. Apakah itu sahabat?...
Energi…., yah energi adalah jawaban
yang tepat dibalik seremnya gelombang laut. Ternyata, dahsyatnya gerakan
gelombang laut dapat menghasilkan penerangan yang lebih hemat. Entah tahu
kenapa, saya yang saat ini duduk dibangku kuliah semester kelima ini, tiba-tiba
saja penasaran dibalik gelombang laut yang dapat menghasilkan energi yang
dibutuhkan sekitar. Sempat juga terpikirkan, ingin Kerja Praktek di perusahaan energi
laut, ingin mentelaah lebih dalam lagi, hingga sempat kepikiran Tugas Akhir
saya mengenai energy laut. Semoga rencana itu bukan sekadar rencana, hingga
berharap bias menghasilkan karya realita dibidang energi gelombang laut. “Bukankah
Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya?”. “Aku sesuai dengan persangkaan
hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).
Bismillah…
Melangkahlah dengan bismillah…. Berhembuslah dengan bismillah…

0 komentar:
Post a Comment