Showing posts with label Pengabdian. Show all posts
Showing posts with label Pengabdian. Show all posts

Saturday, August 7, 2021



ITERA NEWS. Pulau Rimau merupakan salah satu daerah yang perlu diperhatikan karena masih minimnya kesediaan air tawar. Menimbang lokasinya yang sangat dekat dengan lautan membuat sumber air di sana terasa sangat asin dan tidak bersih. Masyarakat setempat terkadang mendapatkan air tawar dari hasil tampungan air hujan yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Hal itulah yang mendorong Mahasiswa ITERA menciptakan Teknologi Panel Surya untuk Destilasi Air Laut menjadi Air Tawar di Pulau Rimau. Gagasan tersebut berhasil disupport oleh DIKTI melalui Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) 2021.

Melalui PKM-PM, Mahasiswa ITERA dibimbing oleh Bapak Madi, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Sistem Energi, ITERA. Adapun mahasiswa yang mendorong gagasan tersebut adalah, Ahmad Rafi Apriliawan, Siti Muslimah, Andini Juliana, yang merupakan Mahasiswa Teknik Sistem Energi ITERA, serta M. Fait Ali mahasiswa Teknik Material ITERA. Melalui bimbingannya dengan Bapak Madi, keempat mahasiswa tersebut bukan sekadar melakukan penerapan namun juga edukasi terkait pengenalan panel surya sebagai teknologi energi baru dan terbarukan. Sehingga, program yang digagasnya dinamakan PEDUKSI (Penerapan dan Edukasi).

“Panel Surya ini akan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pulau Rimau, dan lebih bermanfaat lagi dengan adanya pencerdesan melalui edukasi kepada masyarakat setempat. Saya yakin alat yang sederhana itu menjadi luar biasa kedepannya, dan saya bangga kepada mahasiswa bimbingan saya yang menjadi contoh untuk generasi pemuda agar terus berkarya,” Bapak Madi, S.T., M.T., Dosen Pembimbing PEDUKSI.

Panel Surya yang diterapkan merupakan tipe monocrystalline berkapasitas 240 wp. Air laut yang didapat dari pulau rimau ditampung kedalam bak penampungan, kemudian dilakukan proses pengupan dengan bantuan water heater. Panel Surya bekerja sebagai sumber listrik water heater dengan bantuan inverter, yang kemudian akan menguapkan air laut menjadi air tawar untuk masyarakat Pulau Rimau. Alat tersebut telah berhasil diterapkan di Pulau Rimau pada Sabtu, 07 Agustus 2021.

“Alhamdulillah, pemakaiannya sangat praktis, bermanfaat, dan mudah untuk digunakan. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PKM-PM ITERA yang telah menerapkan Panel Surya untuk mengatasi krisis air bersih di Pulau Rimau,” Ujar Bapak Suhendra, Kepala Dusun Pulau Rimau. 


Tuesday, August 3, 2021


 

Minggu, 11 April 2021, melalui Program Dana Hibah ITERA 2021, Madi, S.T., M.T. seorang dosen muda Prodi Teknik Sistem Energi ITERA menggagas dalam penerapan generator mikrohidro untuk menerangi 20 rumah warga di desa batu saeng, tanggamus, Lampung.  Ide yang digagas oleh Bapak Madi berawal dari survei yang telah dilakukannya terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang sudah tua dan hampir terbakar. Sehingga, Madi mengjak rekan-rekan dosennya yaitu, Khoirun Naimah, S.ST., M.Han., Duwi Hariyanyo, S.Si., M.Si., Rinaldi Ikhram, S.T., M.T., dan Isnaini Rahmadi S.TP., M.Si., untuk menerapkan generator kapasitas 10.000 watt untuk melistriki 20 rumah warga di Desa Batu Saeng, Ogan Jaya, Tanggamus, Lampung. Selain dosen, Bapak Madi juga mengajak para mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat supaya mereka bisa belajar dan mempeunyi motivasi dalam membangun masyarakat khsusnya dibidang energi terbarukan, mahasiswa tersebut adalah Alfajar Puja Kusuma, Hasbiyalloh, dan Risfihan Rafi.

Perjalanan menuju lokasi dari ITERA dapat ditempuh selama kurang lebih empat jam, dengan medan yang sangat sulit dan memicu adrenalin. Madi dan Tim berangkat dari ITERA mulai pukul enam pagi dan sesampainya digerbang desa jam 10 pagi, lalu kami dijemput oleh warga dengan menggunakan mobil pick up bersama generator mikrohidro yang kami siapkan. Saat itulah awal perjalanan yang harus kami siapkan fisiknya karena sangat sulit dilalui dengan jalan setapak, tanah liat merah yang basah dan bercampur batu-batu besar yang harus dilalui, sehingga ban mobil pun harus ditambah rantai agar kuat melalui rintangan jalan tersebut. Perjalanan dari tempat penjemputan menuju lokasi pemasangan generator mikrohidro dapat ditempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Sulitnya perjalanan yang kami lalui itu, ternyata tidak membuat kami lelah, justru kami tetap tersenyum untuk tujuan baik itu, ditambah melihat pemandangan desa yang sangat indah dan sejuk dikelilingi pepohonan dan bukit-bukit diiringi suara kicauan burung yang masih sangat asri.

Pukul 11 pagi, kami sampai ke lokasi sumber air sebagai tempat pemasangan generator mikrohidro. Kami bersama para warga desa sangat antusias untuk bergotong royong dalam pemasangan generator kapasitas 10.000 watt. Setelah PLTMH lama yang sudah tua itu dibongkar oleh warga, kemudian kami mulai memasang yang baru dengan kapasitas yang lebih besar. PLTMH yang lama mempunyai kapasitas daya 8000 watt, dan yang kami terapkan sebagai penggantinya berkapasitas lebih besar yaitu 10.000 watt. Tak berpikir panjang lebar, kami pun bersama warga memasang generator mikrohidro dan listrik pun menyala serta disalurkan untuk dua puluh rumah warga desa batu saeng, ogan jaya, tanggamus, lampung. “Saat lampu itu menyala, saya merasa sangat senang begitupun dengan para warga, rekan-rekan dosen lainnya dan mahasiswa yang ikut serta, walaupun medan perjalanan yang sangat sulit namun itu tantangan buat kami sebagai engineer,” Ujar Bapak Madi selaku ketua Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat.

Selesainya penerapan generator mikrohidro, kami pun berfoto bersama sebagai dokumentasi dan bukti bahwa kami telah memberikan bukti nyata dalam menerangi desa. Setelah itu, kami makan bersama dan beranjak pulang. Selama kegiatan itu, kami juga tetap melakukan protokol kesehatan, seperti memakai masker, cek suhu dan hand sanitizer selama masa pandemi ini. Kami pun beranjak pulang dan ternyata hujan deras membasahi kami, sehingga kami harus rela turun dan jalan kaki melewati medan perjalanan yang sangat sulit. Saat itu, kami harus berjalan kaki di atas tanah merah yang basah bercampur hujan, bercampur bebatuan dan di samping kanan-kiri terdapat jurang, sehingga sangat memicu adrenalin kami. Sebagian dari kami banyak yang terpeleset karena jalan yang begitu licin, bahkan sebagian tidak kuat melaluinya karena jalan kaki menanjak menuju lokasi penjemputan, namun kami terap salin membantu dan menolong satu sama lainnya agar bersama-sama sampai ketujuan. Alhamdulillah kami bisa melaluinya, walaupun sekujur tubuh basah dan kotor bercampur tanah merah, namun itulah pengalaman luar biasa yang kami alami dan tak pernah dilupakan selama program pengabdian kepada masyarakat. 


 


Kamis, 22 April 2021 Tim KKN ITERA berkunjung ke desa Cinta Mulya untuk melakukan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (ITERA)  periode semester genap TA  2020/2021.  Tim KKN yang berkunjung terdiri dari, Edo Kharisma Army, S.T., M.T., Teny Sylvia, S.TP., M.Sc., Selvi Gustiana, S.Pd., M.Pd., Dr. Vebera Maslami, S.Pt., Nurmalisa Lisdayana, S.TP., M.Si., dan Muhammad Rizky Ramanda, S.TP., M.TP. Tim KKN berangkat dari ITERA mulai pukul 07.00 WIB menuju lokasi.

Desa Cinta Mulya, Kec. Candipuro Kab, Lampung Selatan merupakan salah satu Desa Smart Village dikarenakan terdapat banyak santri madrasah aliyah islamiyah yang menggali potensi tanaman di sana seperti bengkoang dan melon. Adapun perangkat desa yang ditemui oleh Tim KKN ITERA terdiri dari, Hartanto (Koordinator Smart Village /ses bumdes), Muharor (Kaur Perencanaan), Tri Sutrisno (bendahara bumdes), Hasanudin (kepala madrasah Aliyah islamiyah), dan Jabiro (Kadus 002 Mulyajadi II).

Bapak Hartanto sebagai koordinator smart village sangat mengharapkan kepada para dosen dan mahasiswa KKN nantinya dapat mengolah hasil pertanian agar bisa dimanfaatkan dan memiliki daya jual tinggi. Sehingga, potensi pertanian yang ada di Desa Cinta Mulya dapat dikomersilkan menjadi olahan produk mentah maupun jadi yang ada dipasaran. Begitupun dengan para paparat desa lainnya yang sangat mengharapkan kepada ITERA agar KKN nanti bisa memberikan kebermanfaatan bagi desa dan masyarakat, sehingga kedua belah pihak saling menguntungkan.

Sedangkan, Bapak Edo Kharisma Army, S.T., M.T., selaku Koordinator KKN ITERA 2021 menjelaskan pemaparan program KKN kepada parat desa dalam menjawab kebutuhan masyarakat Cinta Mulya yang harus dikembangkan. Selama masa pandemi juga, jika KKN ITERA harus turun langsung di lokasi maka perlu dilakukan protokol kesehatan untuk meminimalisir terjadinya penyebaran covid-19, sehingga perlu adanya pertimbangan dan pencerdasan kepada masyarakat untuk menrapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan pengecekan suhu serta menjaga kebersihan dan menjauhi kerumunan. Bapak Edo berharap kunjungan itu dapat dijadikan masukan terhadap ITERA dalam menjalankan KKN agar memberikan manfaat langsung untuk desa-desa di sumatera, salah satunya di Desa Cinta Mulya yang mempunyai potensi besar dibidang pertanian dan perkebunan.

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh Tim KKN ITERA dimulai pukul 10.00 WIB yang diawali dengan kunjungan ke kunjungan ke balai desa menceritakan potensi desa sebagai sambutan awal. Pukul 11.00 WIB Tim KKN dan aparat desa ke kebun bengkoang melihat tanaman bengkoang agar para dosen nantinya dapat memberikan masukan bagaimana cara agar pengolahannya bengkoang dapat maksimal. Pukul 12.00 WIB dilanjut berkunjung ke pondok pesantren Mathla'ul Anwar Alhamid Cintamulya melihat green house budidaya melon yang dikelola oleh santri. Terakhir kunjungan  ditutup dengan berkunjung ke gedung workshop kejuruan melihat hasil pengolahan pertanian pesantren Mathla'ul Anwar Alhamid Cintamulya, ikan lele dengan teknologi pengasapan. 

Editor: Madi, S.T., M.T. (Dosen Teknik Sistem Energi ITERA, Tim Publikasi dan Media KKN ITERA). 



Sehubungan dengan berakhirnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITERA secara daring yang telah dilaksanakan hampir satu bulan di sekolah – sekolah yang ada di Lampung,  Tim KKN bersama dengan Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengadakan temu pamit ke lokasi sekolah KKN di Lampung Utara, selama dua hari. Tim KKN diwakili oleh Madi, S.T., M.T. sebagai Tim Media dan Publikasi KKN, sedangkan Tim DPL diwakili oleh Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK., Ahmad Suaif, M.Si., Isnaini Rahmadi, S.TP., M.Si., dan Rudi Setiawan, S.T., M.T.

Kamis, 04/02/21 adalah hari pertama menuju lokasi KKN, perjalanan dimulai dari kampus ITERA pukul 07.00 WIB menuju Lampung Utara. Sekolah pertama yang dikunjungi oleh Tim KKN dan DPL adalah SMA Negeri 1 Abung Semuli, yang merupakan lokasi sekolah yang menjadi tempat KKN oleh mahasiswa ITERA yang dibimbing oleh Bapak Ahmad Suaif, M.Si. Dosen Teknik Fisika ITERA yang membimbing sebanyak 16 mahasiswa itu kemudian menyerahkan luaran yang dihasilkan oleh mahasiswanya kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Abung Semuli. Luaran KKN itu berupa poster, modul, dan dokumentasi selama KKN yang disimpan kedalam flash disk. Kemudian Bapak Ahmad Suaif, M.Si., menyerahkan plakat kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Abung Semuli sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas kesedian pihak sekolah untuk mengikuti program KKN ITERA secara daring.

Perjalanan selanjutnya menuju lokasi yang kedua yaitu, SMA Kemala Bhayangkari. Pukul 10.00 WIB, sesaat setelah sampainya Tim KKN dan DPL ke lokasi tujuan yang ada di Kota Bumi, Bapak Isnaini Rahmadi, S.TP., M.Si., menemui pihak sekolah untuk memberikan luaran yang dihasilkan oleh mahasiswa yang dibimbingnya. Dosen Teknologi Pangan ITERA, itu membimbing 16 mahasiswa yang telah menjalankan KKN ITERA Daring di SMA Kemala Bhayangkari. Terdapat dua kelompok mahasiswa yang masing-masing terdiri atas delapan mahasiswa, mereka telah menghasilkan luaran modul, dokumentasi, poster, dan laporan yang diserahkan oleh DPL di sekolah.

Perjalanan ketiga berlanjut di SMA Negeri 1, 2, dan 4 Kota Bumi yang merupakan lokasi KKN ITERA yang posisinya sangat berdekatan. SMAN 1 dan 2 Kota Bumi dibimbing oleh Bapak Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK., yang merupakan Dosen Prodi Perencanaan Wilayah Kota ITERA, sedangkan SMAN 4 Kota Bumi dibimbing oleh Bapak Ahmad Suaif, M.Si., yang merupakan Dosen Prodi Teknik Fisika ITERA. Kegiatan di ketiga sekolah di Kota Bumi adalah, untuk mengadakan temu pamit kepada pihak sekolah yang sudah bersedia selama hampir satu bulan untuk mengikuti program KKN ITERA Daring. Selain itu juga, dilakukan penyerahan luaran berupa modul, laporan, poster, dan plakat kepada ketiga sekolah tersebut.

Perjalanan hari pertama diakhiri di SMA Negeri Abung Tinggi, yang merupakan titik lokasi sasaran dari mahasiswa yang dibimbing oleh Bapak Isnaini Rahmadi, S.TP., M.Si., yang merupakan Dosen Teknologi Pangan ITERA. Pukul 12.00 WIB sesaat setelah menyerahkan luaran berupa modul, laporan, poster, dan plakat kepada sekolah, Tim KKN dan DPL sejenak istirahat makan siang dan menuju ke penginapan di Hotel Bukit Kemuning. Kami pun sejenak bermalam di daerah Bukit Kemuning agar esok hari bisa melanjutkan perjalanan ke sekolah selanjutnya.

Jumat, 05/02/21 pukul 07.30 WIB, Tim KKN dan DPL melanjutkan perjalanan menuju SMA Negeri 1 Bukit Kemuning dan SMA Negeri 1 Abung Pekurun. Kedua sekolah tersebut dibimbing oleh Bapak Rudi Setiawan, S.T., M.T., yang merupakan Dosen Teknik Biomedis ITERA. Pada kedua sekolah tersebut, telah diberikan penyerahan modul, poster, plakat, dan laporan sebagai luaran yang telah dihasilkan oleh mahasiswa selama menjalankan program KKN ITERA secara daring.

Pukul 10.00 WIB, pada hari kedua TIM KKN dan DPL mengakhiri perjalanannya dan menuju Kampus ITERA yang di sopiri oleh Bapak Rio Imas Dinata. Akhir kata kegiatan temu pamit KKN ITERA di Lampung Utara, sebagai perwakilan dari DPL, Bapak Bapak Rudi Setiawan, S.T., M.T., memberikan sepatah dua patah terhadap kegiatan KKN ITERA bahwa, dirinya sangat bangga menjadi bagian dari DPL ITERA karena sebagai kontribusi nyatanya untuk kampus menuju masyarakat, semoga KKN ITERA setiap tahunnya memberikan warna yang berbeda dan semakin lebih baik lagi. Adapun pesan dari perwakilan Tim KKN ITERA yaitu, Bapak Madi, S.T., M.T., yang merupakan Dosen Prodi Teknik Sistem Energi adalah, “Kegiatan KKN ITERA adalah salah satu program nyata dari kampus untuk memberikan segala upaya dan usahanya kepada masyarakat, sehingga diharapkan program KKN terus berlangsung setiap tahunnya dengan nuansa yang lebib kreatif, inovatif, dan kontributif untuk ITERA for Sumatera.”

Editor: Madi, S.T., M.T. (Dosen Teknik Sistem Energi ITERA, Tim Publikasi dan Media KKN ITERA). 


 


Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara daring yang diselenggarakan ITERA dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Tema yang diusung pada KKN kali ini adalah peingkatan basic science dan IT literasi. Dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan KKN ITERA, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan studi banding ke salah satu perguruan tinggi di Indonesia, dalam hal ini dipilih Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk tim KKN ITERA mulai dari perencanaan (pembuatan pedoman, capaian, dan sasaran) hingga pelaksanaan KKN, dengan adanya tanggapan dan penyampaian sistem KKN dari UGM. Sehingga pelaksanaan KKN ITERA 2021 dapat terencana, tersusun, dan terlaksana dengan lebih baik.

26 Maret 2020 pukul 08.30 WIB, kegiatan studi banding dipandu dan dibuka oleh Ibu Amalia Wahyuningtyas S.Si., M.Sc dari TIM KKN ITERA. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, acara selanjutnya adalah sambutan dari Ketua LP3 ITERA yaitu Bapak Acep Purqon, S.Si., M.Si., Ph.D., yang telah memaparkan bahwa pentingnya kegiatan KKN sebagai bukti pengabdian kepada masyarakat baik bagi mahasiswa maupun dosen, apalagi ITERA mempunyai wadah yang besar untuk memperdayakan potensi yang ada di wilayah sumatera. Sambutan dilanjut oleh Ketua KKN ITERA yaitu, Bapak Edo Kharisma Army, S.T., M.T., yang memaparkan secara ringkas pengenalan KKN ITERA dalam meningkatkan basic science dan IT literasi, selain itu juga mengenalkan bagan organisasi struktur KKN ITERA yang berada di bawah LP3 ITERA.

Acara inti pun dimulai dengan pemaparan KKN UGM, adapun pihak yang hadir dari kampus UGM yaitu, Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat: Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat: Dr. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., Kepala Subdirektorat Kuliah Kerja Nyata: Dr.Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S. Kepala Seksi Logistik dan Operasional KKN : Amin Susiatmojo, S.Pt., M.Sc. Sekretaris Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Dwi Nur Halimah,S.Pt, dan Kepala Seksi Pengembangan KKN : Marinda Frida Anjasari, S.E.  

Pukul 09.00 WIB berlangsunglah kegiatan pemaparan sistem KKN UGM yang disampaikan oleh Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat: Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa UGM sebagai kampus pelopor program KKN di Indonesia dan sudah terjun ke penjuru desa dari sabang sampai merauke. KKN bukan sekadar projek dosen dan bukan juga sekadar program pendidikan semata, namun benar-benar melibatkan mahasiswa untuk turun langsung ke desa dan mengatasi masalah serta memberikan solusi nyata untuk perbaikan desa. Kegiatan KKN juga sudah meberikan dampak secara spiritual bagi mahasiswa yaitu, meningkatkan kepekaan serta empati mahasiswa dan secara tidak langsung dapat membentuk karakter respons yang baik kepada masyarakat. KKN UGM juga sudah memberikan hasil perbaikan yang nyata bagi masyarakat seperti membangun sekolah-sekolah di desa, mengubah tanah yang tandus dan kering menjadi subur penuh dengan tanaman, serta mengubah desa yang kering menjadi penuh dengan pepohonan, serta masih banyak kegiatan KKN UGM yang dapat mengubah masyarakat menjadi lebih baik.

Pukul 09.45 WIB pemaparan dilanjutkan oleh Kepala Subdirektorat Kuliah Kerja Nyata: Dr.Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S. Beliau menyampaikan sistem KKN UGM yang terdiri dari atas lima tahapan yaitu, pengembangan, persiapan, pra-operasional, operasional, evaluasi dan keberlanjutan. Dalam tahap pertama yaitu pengembangan yang paling terpenting adalah, sosialisasi lokasi sebagai tempat sasaran KKN sampai kesepekatan lokasi yang dipilih. Tahap kedua yaitu persiapan yang terpenting adalah, persiapan administrasi, verifikasi sampai ke penempatan lokasi untuk mahasiswa. Tahap ketiga yaitu pra-operasional yang paling terpenting adalah penyusunan program sesuai tema sampai ke bhakti masyarakat di sekitar kampus. Tahap keempat yaitu operasional yang paling terpenting adalah, pelaksanaan, pembimbingan, monitoring, penyusunan, dan penyerahan laporan hasil KKN. Tahap kelima yaitu evaluasi dan keberlanjutan yang paling terpenting adalah, dilakukan woprkhsop untuk melakukan kegiatan evaluasi dan keberlanjutan program

Pukul 10.15 pemaparan dilanjutkan oleh Bapak Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. Beliau menyampaikan tentang hasil penelitian dosen tentang Dampak KKN terhadap mahasiswa. Adapun hasil penelitiannya telah menunjukkan bahwa program KKN dinilai baik untuk mengubah pengetahuan mahasiswa menjadi lebih baik yang diukur dari kinerja yang telah dilakukan.  

Pukul 10.30 WIB Kemudian acara dilakukan dengan diskusi aktif antara Tim KKN ITERA dengan UGM terkait program yang dilakukan seperti beban kerja yang dibutuhkan serta kewajiban mengambil mata kuliah KKN bagi mahasiswa. Serta diskusi metode KKN UGM yang dilaksanakan secara hybrid (daring-luring) selama masa pandemi covid-19. 

Pukul 11.30 WIB Acara pun kemudian ditutup dengan membaca doa bersama yang dipandu oleh Alam Fatchurrohman, S.T., M.T. 

Editor: Madi, S.T., M.T. (Dosen Teknik Sistem Energi ITERA, Tim Publikasi dan Media KKN ITERA). 


 


Kuliah Kerja Nyata yang kemudian akrab dikenal sebagai KKN merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswa, selain sebagai syarat kelulusan mata kuliah, KKN juga menjadi program yang dapat mengasah kemampuan jiwa sosial dan kreativitas mahasiswa kepada masyarakat. Berbagai perguruan tinggi berlomba-lomba dalam mengadakan KKN, tak terkecuali Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang merupakan salah satu kampus yang peduli terhadap lingkungan di masyarakat Sumatera. Rangkaian awal yang menjadi sasaran terlaksananya kegiatan KKN ITERA adalah, dengan mengadakan audiensi ke masyarakat sasaran seperti yang telah dilakukan di Kabupaten Way Kanan, Lampung Barat, dan Pesisir Barat. Ketiga daerah tersebut sangat berpotensi untuk dijadikan sasaran ITERA sebagai tempat program KKN Mahasiswa. Oleh karena itu, kegiatan audiensi diharapkan dapat menjadi pembuka sekaligus sambutan dari masyarakat sasaran untuk menerima dan mengijinkan kegiatan KKN ITERA.

Tim Pengolala KKN ITERA yang ditugaskan dalam audiensi adalah Muhammad Iqbal, S.T., M.M., dan Mugi Praseptiawan, S.T. M.Kom. Perjalanan diawali menuju lokasi pertama yaitu, di Kabupaten Way Kanan. Sesampainya di lokasi, kegiatan dilakukan dengan diskusi antara unsur pemerintah Kabupaten Way Kanan, Tenaga Ahli Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa. Adapun yang menjadi salah satu bahan diskusi adalah, pemaparan program kerja Smart Village sebagai tujuan utama dalam kunjungan kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMDT) Provinsi Lampung. Adapun hasil kegiatan tersebut adalah, dukungan pemerintah daerah kabupaten Way Kanan terkait program kerja smart village, yang melibatkan banyak pihak terutama pihak perguruan tinggi dalam keberlanjutan program tersebut, dukungan konsep teknologi tapat guna dari perguruan tinggi, dan dukungan perguruan tinggi dalam grand design kawasan kota terpadu mandiri (KTM).

Kegiatan selanjutnya adalah audiensi ke lokasi yang kedua yaitu, di Lampung Barat. Kegiatan dilakukan dengan kunjungan salah satu desa pilot project program smart village tahun 2021 pekon Trimulyo dan pekon Rigis Jaya. Lokasi desa yang berada dalam hutan lindung menjadi isu yang menarik untuk sasaran program kerja KKN pada periode ganjil 2020/2021. Potensi wisata dan hutan lindung yang ada pada daerah tersebut perlu kajian yang mendalam dalam keberlangsungan hutan tersebut. Selain itu, permasalahan sampah perkotaan memerlukan dukungan teknologi dalam penanganan masalah tersebut. Beberapa potensi daerah perlu pengembangan dan dukungan perguruan tinggi adalah sebagai berikut  1) Grand Design hutan lindung pada kawasan wisata temiyang desa Trimulyo dan Rigis 2) Teknologi tepat guna pengolahan pisang cavendis dan kopi rigis 3) Identfikasi potensi geothermal dan edukasi mitigasi bencana 4) Literasi teknolologi informasi masyarakat dan unsur pemerintah desa.

Kegiatan selanjutnya adalah audiensi ke lokasi yang ketiga yaitu, di Pesisir Barat. Kegiatan audiensi dilakukan dengan unsur pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, kegiatan dilakukan di kantor bupati pesisir barat dan kecamatan Ngambur kabupaten pesisir barat, Adapun hasil dari kegiatan adalah sebagai berikut 1) Adanya kajian akademis potensi bencana alam tsunami, 2) Kajian akademis tata kelola kawasan transmigrasi dari program studi Perencanan dan Wilayah Perkotaan, 3) Peningkatan perekonomian melalui potensi wisata, 4) Pemanfaatan produk unggulan olahan ikan hasil laut dan kain tapis.

Dengan adanya kegiatan audiensi ketiga titik lokasi masyarakat sasaran yang sangat berpotensi, dapat dijadikan sasaran dalam terlaksananya program KKN ITERA yang lebih kreativ, produktif, dan inovatif. Sehingga diharapkan KKN ITERA 2020/2021 dapat memberikan manfaat yang lebih untuk masyarakat sumatera.

 

Editor: Madi, S.T., M.T. (Dosen Teknik Sistem Energi ITERA, Tim Publikasi dan Media KKN ITERA). 


Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter