Pagi itu adalah hari
terakhir di Kuala Lumpur Malaysia, tepatnya pada tanggal tanggal 24 Januari
2017. Sudah seharusnya hari ini yaitu
hari Selasa tepatnya saya meninggalkan kaki ini dari negeri Jiran. Sebagai traveler
pastinya bingung bagaimana meniinggalkan negeri ini dengan uang seadanya. Otak pun
berpikir mencari jalan terbaik untuk mencari transportasi yang lebih murah
menuju Bandara International KLIA 2 Malaysia.
Sedikitnya ada tiga
transportasi pilihan yang perlu digunakan jika ingin ke KLIA 2 dari KLC. Transportasi tersebut bisa menggunakan Bus hanya mengeluarkan 12 RM, MRT Express mengeluarkan 55 RM dan Taxi
sekitar 30 RM. Karena uang yang pas-pas an pada akhirnya saya memilih menaiki
Bus.
Gambar 1. Sky Bus Kuala Lumpur Center (KLC)
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Sebelumnya, sebagai traveler
lagi-lagi bingung untuk mencari bus dari KLC menuju KLIA 2. Pada akhirnya saya
mencari-cari tempat terminal bus di daerah KLC, alhamdulillah saya pun
menemukan tempat pemberhentian Bus di daerah KLC, tepatnya di lantai bawah
dekat KLC. Saya pun langsung membeli tiket Bus di loket yang telah disediakan. Berikut
ini saya tampilkan gambar loket tempat pembelian tiket Bus.
Gambar 2. Loket Sky Bus Kuala Lumpur Center (KLC)
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Pukul 13.00 waktu
Malaysia, saya pun berangkat meninggalkan KLC dengan menggunakan Bus menuju
KLIA 2. Tak terasa perjalanan selama 1 jam, saya ketiduran di dalam Bus, hingga
terbangun lelah dengan membuka mata yang telah lenyap dalam tidur. Selamat
datang kembali di KLIA 2 hehe..
Bus pun berhenti di
lantai bawah Bandara International KLIA 2, tak habis pikir saya pun mengambil
koper saya yang kurang lebih tingginya setengah meter. Lagi-lagi saya bingung
sesampainya di KLIA 2, bingung sebagai traveler hehe.. bingung apa?. Yah bingung
mencari tempat Check in. tak habis piker pun saya bertanya kepada security
dekat dengan pemberhentian Bus di Lantai bawah KLIA 2.
Anda jangan khawatir,
bagi yang belum bisa Bahasa inggris, di Malaysia bisa menggunakan Bahasa Indonesia.
sebagian besar petugas di Malaysia
menggunakan Bahasa Indonesia Melayu. Alhamdulillah saya pun mendapatkan
pencerahan untuk menuju Check in. Bagaimana caranya?...
Saya pun menaiki elevator
atrau lift dari lantai 1 menunju lantai 2 atau platform 2 KLIA 2. Setelah itu,
di lantai 2 saya menaiki tangga jalan menuju lantai 3. Tepat diujung tangga ada
security, akhirmya saya bertanya lagi karena kebingungan mencari tempat Check
in, akhirnya mendapatkan pencerahan dari Security bahwa saya harus menaiki
satu tangga lagi. Alhamdulillah sampai di pintu Check in penerbangan dari KLIA
2 Malaysia menuju Bandara Juanda Surabaya.
Di depan pintu masuk Check in keberangkatan,
saya pun menikmati sebentar di taman-taman kecil sambal mengambil foto sedikit.
Di taman-taman tersebut ada tempat duduk untuk bersantai sambil menghirup udara
segar untuk menghilangkan rasa lelah di perjalanan. Selain itu, saya menemukan
gambar icon KLIA 2, tak habis pikir saya pun meminta ke security untuk bantu
ambil foto. Kali ini saya meminta ke security menggunakan Bahasa inggris,
karena dari fisiknya berasal dari kebangsaan India. Sebagian besar yang saya
ketahui selama di Malaysia, orang-orang India jarang yang bisa Bahasa Melayu,
kebanyakan menggunakan Bahasa india atau bahas inggris. “Sorry sir, could you
help me, take a picture?”, ujar saya. Alhamdulillah security itu pun ingin
membantu, akan tetapi ia malah menjawab dengan menggunakan Bahasa tubuh, dengan
menggelengkan kepala ke kiri. Katanya sih itu maksudnya dari kebudayaan
India, “Ya”. Alhamdulillah ini foto yang diambil dari security berkulit India
itu.
Gambar 3. Icon KLIA 2
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Setelah itu, Saya pun
masuk di pintu Check in. Saya melihat sejenak informasi jadwal keberangkatan
untuk beberapa negara, seperti terjadwal pada gambar di bawah.
Gambar 4. Papan Informasi Keberangkatan
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Pada saat ini
jadwal keberangkatan ke Surabaya pukul 19.15 waktu Malaysia, sedangkan pada
saat itu masih pukul 16.15, alhamdulillah masih 3 jam untuk mengelilingi KLIA
2. Saya pun segera mungkin melakukukan Check in di Gage U. Gage U berada disebelah
kiri dari papan informasi keberangkatan, yang mana disebelah kiri terdapat Star
Buck.
Gambar 5. Star Buck KLIA 2
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Pertama kali saya
melakukan Check in sendiri melalui teknologi seperti ATM, akan tetapi ketika
saya scan passport tapi error terus. Pada akhirnya saya pun melakukan
Check in ditempat biasanya, tapi memang ngantri lama. Setelah saya melakukan
Check in, ternyata koper saya dikenakan bagasi tinggi sebesar 63 RM. Padahal
beratnya tidak sampai 7 kg, hanya 5 kg. ini memang pelajaran buat kedepannya jika ingin ke luar negeri
harus bawa koper yang tingginya jangan sampai setengah meter, walaupun beratnya
tidak sampai 7 kg.
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Gambar 7. Gage U Check in Khusus Indonesia
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Pada akhirnya saya pun
bingung bukan kepala, uang di kantong hanya sisa 54 RM, uang kurang untuk bayar
bagasi. Setelah itu, saya pun menenangkan diri menuju Mushola KLIA 2, untuk
menuju Mushola sangat gampang, tinggal melihat arah panah saja pasti ketemu. Intinya
baca informasi yang ada di KLIA 2 saja jika ingin kemana-mana, bahasanya cukup
mudah dipahami, tidak beda jauh dengan Bahasa Indonesia.
Gambar 8. Penunjuk Arah ke Mushola KLIA 2
(Sumber: Dokumen Pribadi)
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Sesampainya di Mushola,
saya pun mendirikan Sholat Dzuhur dan Ashar di Jamak, menenagkan diri sambil berpikir
bagaimana caranya agar barang-barang ini tidak kena bagasi. Syukur alhamdulillah,
di koper masih ada satu tas yang cukup untuk memindahkan barang-barang di
koper. Pada akhirnya saya pun meninggalkan koper dan sedikit baarang-barang
seperti indomie dan pemanas. Setelah di timbang, alhamdulillah tidak kena
bagasi. Pada akhirnya, sambal menunggu waktu, saya pun keliling KLIA 2, sambal melihat-lihat
likak-likuk yang dilakukan orang-orang di Bandara, berbeda-beda warna kulitnya
dan Bahasa yang digunakan juga berbeda, tapi terasa satu di sini hehe….
Gambar 9. Tempat Penimbang Tas
(Sumber: Dokumen Pribadi)
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Sisa uang di kantong
masih 54 RM, pada akahirnya saya habiskan untuk
membeli cokelat khas Malaysia untuk oleh-oleh orang tua dan sekeluarga
di kampungb halaman. Alhamdulillah habis 50 RM untuk membeli cokelat 4 bungkus
hehe.. setelah itu, saya pun menuju Gage Q 3 sebagai ruang tunggu untuk
keberangkatan di Surabaya. Di Gage Q3 ada air minum siap saji geratis, jadi sambal
menunggu pesawat Air Asia selama 2 jam di Gage Q3, saya pun menikmati air minum
geratis itu hehe…
Gambar 10. Air Minum Geratis
(Sumber: Dokumen Pribadi)
(Sumber: Dokumen Pribadi)
^Semoga Bermanfaat^
Yuk Share, Bagikan, Like dan Komen biar lebih bermanfaat
Terima kasih










0 komentar:
Post a Comment