Showing posts with label ACHIEVEMENT. Show all posts
Showing posts with label ACHIEVEMENT. Show all posts

Monday, April 9, 2018

Oleh: Madi, S.T.
“Mahasiswa Teknik dan Manajemen Energi Laut"
Departemen Teknik Kelautan ITS

            Hidup di Negeri ini tak semudah membalikkan telapak tangan, terlihat tak ada sedikitpun cahaya kehidupan menerangi sosok anak kecil yang tinggal di sudut sebuah desa. Hidupku seakan-akan ditutupi oleh labirin-labirin yang tingginya mengalahkan Menara “Burj Khalifa” di Dubai. Harapan akan masa depan yang ingin memberikan cahaya kehidupan dari setiap kegelapan yang dirasakan keluargaku hanyalah sebuah harapan belaka, harapan yang jauh dipandang menyapa mentari  karena gelapnya hidup di Negeri ini.
            Sejak kecil, aku dididik keluargaku dalam keadaan keras yang bertambah-tambah. Begitulah kerasnya kehidupan di Negeri ini, sehingga keluargaku harus bekerja keras mengorbankan segala-galanya demi mendapatkan sesuap nasi. Pernah suatu ketika aku dikurung seharian dirumah, tempat rantauan dahulu kala ketika aku kecil. Dikurung selama Bapak menggoes becak seharian mengelilingi Kota Lampung dan selama Ibu mengulurkan tangannya serta melangkahkan jejak kakinya ke pasar tradisional hingga terjual habis rempah-rempahnya. Mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari ketika adzan dikumandangkan, disitulah aku ditinggal karena agar perut ini menahan dari godaan makanan dari luar, menahan perihnya perut yang keroncongan seperti suara kodok.
            Saat ini, keluargaku telah kembali ke tanah lahir di Serang-Banten, tepatnya di Jalan Ciptayasa Ciruas 42182, Kampung Warakas, Desa Kebonratu, Rt/Rw 004/002, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Propinsi Banten. Begitulah panjangnya alamat tanah lahirku, karena memang sangat sulit untuk ditemukan, letaknya yang jauh dari perkotaan itu tak terjangkau oleh google maps. Desaku adalah, desa yang indah akan pemandangan rerumputan di sawah, tak heran jika sebagian besar mata pencahariannya sebagai petani. Begitulah anak didik di Desaku tak sedikit yang putus sekolah tingkat dasar (SD), hanya untuk bekerja di sawah mencari sesuap nasi untuk dimakan sehari-hari. Ada harapan rasa ingin melanjutkan pendidikan tingkat tinggi, tapi biayalah yang membatasinya, tak ada pilihan lagi selain bekerja sebagai petani secara turun-temurun dari nenek moyang. Begitulah yang selama ini penderitaan aku dan teman-teman di sudut desa yang jauh dari keramaian kota itu.
            Aku dilahirkan dari dua malaikat perjuangan hidupku yaitu, Ibu bernama Suprah dan Bapak bernama Ranim. Kedua malaikat itu diberikan amanah oleh Allah SWT untuk mendidik ketujuh anak-anaknya yang hanyalah sebuah titipan menuju surga-Nya. Dengan keterbatasan ekonomi, bahkan pengetahuan akan ilmu pun sangatlah minim, Ibuku tidak pernah merasakan sekolah dan Bapakku putus sekolah SD karena harus mengembala kerbau.  Tak ada sedikitpun bekal yang luar biasa dimiliki oleh kedua malaikatku itu, hanyalah tekad dan uasaha yang keras untuk menjaga titipan Allah SWT.
            Alhamdulillah, dari segala keterbatasan Bapak dan Ibuku berusaha menjaga amanah Allah SWT. Hingga saat ini ketujuh anak-anaknya masih diberikan nikmat kehidupan dan kesehatan. Saat ini sebagian anak-anaknya ada yang sudah berkeluarga dan bekerja, sedikit membantu dan meringankan beban ekonomi keluarga. Harapan Bapak dan Ibuku adalah, anak-anaknya bisa sukses mengenyam pendidikan yang tinggi, walaupun biaya dan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan tapi kedua malaikatku sangat bertekad kuat dan berusaha keras untuk menyekolahkan anak-anaknya.
            Harapan itu memang tak mudah untuk diraihnya, harus melewati proses yang panjang dan penuh kesabaran. Kurang lebih 15 tahun lamanya Bapak dan Ibuku menanti jawaban Allah akan harapannya itu, tapi belum juga terjawab. Dari anak pertama sampai anak kelima tidak ada yang menggenggam lulusan sarjana, hanya berhenti di SD, SMP dan SMA saja, lagi-lagi biayalah yang membatasinya. Tapi Bapak dan Ibuku tetap bersyukur, tak ada rasa keluh kesah, walaupun pada rawut wajahnya masih ada harapan besar terhadap kesuksesan anak-anaknya.
            Aku adalah anak keenam, anak laki-laki terakhir yang menjadi harapan besar keluarga untuk mengenyam pendidikan sarjana. Aku dididik begitu keras oleh Bapakku, dari dikurung seharian di kamar, hingga pernah dipukul beberapa kali karena aku enggan belajar, bahkan saking nakalnya ketika kecil yang sering bermain dan tidak pernah belajar, Bapakku pernah menyambuk mengunakan sapu lidi dan sabuk hingga badanku menjadi memar dan merah sepertu warna buah jambu biji yang kemerah-merahan.
            Pendidikan yang keras itulah membuatku sadar akan pentingnya berjuang dan belajar untuk menjadi orang yang sukses, karena memang kesuksesan itu diraih sangat keras dan sakit, tidak ada kehidupan itu yang instan selayaknya mie instan, semuanya butuh proses. Selayaknya pisau yang terbentuk dari besi batangan yang tak bermanfaat, setelah beberapa jam dibakar sampai panas dengan suhu tertinggi, kemudian ditempa dipukul sampai berbunyi keras menunjukan kesakitannya, kemudian di sayat-sayat berbunyi begitu perihnya, hingga terbentuklah pisau yang berguna bagi masyarkat, begitulah Bapak dan Ibuku mengajariku arti sebuah kehidupan yang keras.
            Aku pun sedikit demi sedikit belajar membantu kedua bidadariku dari berbagai cara yang halal. Dulu ketika aku duduk di bangku SD di pulau rantau “Lampung”, aku pernah mengumpulkan tugas teman-teman satu kelas untuk aku kerjakan dan teman-temanku membayar hasilnya dengan jajanan sekolah atau dengan uang senilai 300 sampi 500 perak. Padahal aku tak sepintar yang mereka bayangkan, aku hanya berusaha mengerjakan sebisa mungkin untuk menghasilkan uang jajan sekolah, karena dulu kedua malaikatku hanya mengasih uang jajan sekolah sebesar 50 perak sampai 100 perak saja, bahkan sering tidak dikasih uang jajan.
            Tiga tahun lamanya aku sekolah di SD Negeri 3 Kaliawi Bandar Lampung, tak pernah kuraih peringkat tiga besar, bahkan sepuluh besar pun tak pernah kuraihnya. Bermain adalah kesukaanku ketika itu, mulai bermain gambaran, petak umpet, bentengan, kelereng, tamplak, dan bermain sesukanya. Tak  bosan jika Bapakku selalu memberikan cambukkan menggunakan sabuk, lidi atau penggaris.
            Begitu kembali di kampung halaman aku menyadari yang sebenarnya, melihat sawah-sawah yang hijau, kambing, bebek, ayam, kerbau semuanya berkeliaran di kampung ini. Bahkan, anak-anak kecil di kampung halaman bermain sambil bekerja di sawah mengembala ternak dan memotong rumput untuk makan ternak. Begitulah aku sadari, aku pun ikut membantu ekonomi kedua malaikatku. Pergi untuk mengembala kambing di sawah, mengambil rumput, mengembala ayam, itik, bebek, dan kerbau.
Semua kujalani dengan terpaksa karena untuk menambah uang jajan sekolah. Bukan sekadar menjadi pengembala, bahkan aku bersama teman-teman satu kampung mengambil barang-barang bekas mengelilingi satu desa, mengambil aqua bekas, tembaga bekas, besi bekas dan sampah lainnya yang masih layak untuk dijual. Bahkan dulu pernah bersama teman-teman, makan nasi bungkus hasil temuan di sampah rumah salah satu warga, karena saking laparnya dan tidak ada uang seperak pun ketika itu.
Bekerja pun tidak cukup untuk meraih pendidikan tinggi, bahkan tidak mungkin karena pekerjaan yang kulakukan hanya untuk uang jajan saja, karenanya aku pun bekerja sambil belajar dan tak lupa rajin beribadah. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit dari yang tak pernah meraih peringkat sekolah, akhirnya mulai dari kelas empat di SD Negeri Kebonratu aku selalu meraih peringkat kelas, hingga aku mendapatkan beasiswa di MTs Negeri Ciruas dan mengantarkanku ke MAN 2 Kota Serang.
Detik waktu pun bergulir begitu cepat, tak terasa masa-masa sekolah yang kuhabiskan waktu untuk berprestasi dan berkontribusi, baik itu prestasi akademik melalui peringkat sekolah dan olimpiade kimia, maupun prestasi nonakademik seperti pidato, puisi, pramuka dan paskibra. Alhamdulillah, dengan usaha yang keras aku diterima di sebuah Institut perjuangan di Indonesia yaitu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jurusan Teknik Kelautan.
Berawal dari Agustus 2013, aku pun bertekad untuk lepas seorang diri dari keluargaku menuju kerasnya kehidupan di Surabaya. Dengan bantuan biaya transportasi dari guru-guru MAN 2 Kota Serang, menuju tempat perkuliahan di Surabaya. Alhamdulillah, itulah pertama kalinya aku terbang bersama pesawat di atas awan-awan. Tak tahan melihat Ibu menangis dan memelukku sangat erat seperti ada harapan besar pada diriku. Insya Allah ini adalah jawaban Allah akan harapan besar Bapak dan Ibu yang telah lama menunggu selama kurun waktu 15 tahun.
Bidikmisi adalah sebuah anugerah yang Allah berikan kepadaku, yang telah memberikan kunci untuk membuka kegelapan menuju cahaya kehidupan yang sangat keras ini. Bidikmisi bagaikan malaikatku yang ketiga, yang membuatku bertekad kuat untuk berprestasi, berkontribusi, berorganisasi dan berwirausaha. Seakan-akan kehadirannya tak bisa dilupakan dan penuh tanggungjawab untuk menjaganya.
Alhamdulillah selama kurun waktu tiga tahun kuliah di ITS, selama harapanku ditulis dalam selembar kertas mimpi. Selama itu pula, aku mulai sedikit demi sedikit mencoret harapan-harapanku karena ketercapaiannya. Kurang lebih sedikitnya 40 prestasi yang telah kuraih selama menjadi mahasiswa yang sebagian besarnya prestasi menulis, hingga mengantarkanku ke Negeri Jiran, Malaysia dan Singapura. Prestasi saja tidaklah cukup, aku pun aktif berorganisasi, hingga aku pun diamanahkan menjadi Ketua Departemen Inovasi Karya Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan dan sebagai Wakil Ketua Trainer Keilmiahan ITS.
Hidupku tak pernah kenal lelah, hingga waktu kosong pun dimanfaatkan untuk berwirausaha seperti, mengajar, bekerja di Café, menjual minuman dan donat di kampus semata-mata untuk ditabung bekal masa depan. Belajar dari usaha kecil-kecilan, alhamdulillah saat ini aku telah mendirikan sebuah perusahaan berbadan usaha dibidang penerbitan buku yaitu, CV. Sinar Gamedia (www.sinargamedia.org).
Belajar berwirausaha, berorganisasi, dan berprestasi pun tidaklah cukup jika tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Aku pun berusaha selalu siap diminta masyarakat untuk berbagi ilmu, menjadi pembicara diberbagai kegiatan, alhamdulillah sudah puluhan kegiatan aku dipercaya menjadi pembicara dan telah merubah mindset seseorang menjadi lebih baik. Dan alhamdulillah dari perusahaan CV. SInar Gamedia, aku pun mendirikan sebuah Komunitas dibidang kepenulisan yaitu Komunitas Sahabat Redaksi yang telah merubah lebih dari 500 orang menjadi penulis pemula. Dan sedikitnya 60 buku hasil keuntungan perusahaan CV. Sinar Gamedia disedakhkan untuk anak-anak jalanan.
Perjuanganku terus berlanjut menuju masa-masa yang dinanti harapan terbesar Bapak dan Ibuku yaitu, Gelar Sarjana. Alhamdulillah saya pun lulus tepat waktu selama delapan semester (4 tahun). Tepatnya bulan September saya resmi menjadi Alumni Teknik Kelautan ITS. Hal yang menarik lagi, dalam wisuda tersebut saya terpilih sebagai mahasiswa yang mempunyai kisah inspiratif, hingga diterbitkan dalam Majalah ITS Online Edisi Wisuda 116. Aku dan seluruh keluargaku pun berbendong-bondong datang ke Surabaya untuk menghadiri sebuah peristiwa yang pertama kali dialami oleh keluarga bersarku.
Dari segala mimpi-mimpiku yang satu persatu telah kuraih, hingga akupun dinobatkan menjadi juara dua MAWAPRES ITS hingga terpilih sebagai Mahasiswa Bidikmisi Berprestasi ITS. Sampai mendapatkan tiga penghargaan dari Beastudi Etos, Dompet Dhuafa yaitu, Profil Pemimpin Terbaik, Profil Unggul Terbaik dan Top Five Etoser 2013. Alhamdulillah wasyukurillah semua itu karena bantuan dan kekuatan yang telah Allah berikan kepadaku.
Sahabat, aku bukanlah mahasiswa yang luar biasa di mata anda, aku tidaklah lebih baik dari anda, aku hanya berusaha menjadi mahasiswa pembeda, karena tujuan kuliahku adalah belajar, bukan hanya belajar akademik, tapi belajar berprestasi, berwirausaha, berorganisasi dan berkontribusi untuk masyarakat. Yakinlah dan percayalah bahwa anda bisa lebih baik dari kehidupanku.  Aku pun tidak akan  pernah berhenti sampai di sini, aku akan terus berjuang meraih mimpi-mimpiku sampai bisa menerangi masyarakat kecil di pulau – pulau kecil di Indonesia.

More Info:
WA: 087809117417
Instagram: @madi_arranim
Blog: www.madiarrnim.top







Thursday, October 23, 2014




Menjadi bagian dari mahasiswa Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), kurang lengkap jika tidak diiringi suatu perubahan dalam perbaikan maritim di Indonesia. Banyak inovasi yang kami dapatkan di FTK ITS, tetapi kurang dimanfaatkan dalam menggunakan inovasi tersebut. Selain itu, banyak permasalahan yang harus diatasi oleh bangsa ini terkhusus di bidang maritim. Berikut ini kami sebagai penerima manfaat Beastudi Etos Surabaya akan menceritakan perjuangan kami dalam menghasilkan karya untuk perbaikan bangsa.
Berawal dari melihat kondisi krisis energi listrik dipesisir pantai Halmahera Timur dan krisis pantai yang diakaibatkan oleh abrasi pantai di Halmahera Timur, maka kami bertiga yaitu, Sony Junianto (Etoser 2009), Pandu Heru Satrio (Etoser 2012), dan Madi (Etoser 2013) membuat alat untuk mengatasi masalah di atas. Alat tersebut sepakat kami beri nama FLO-B, yaitu suatu alat yang berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga gelombang laut dengan sistem horizontal yang dapat mengatasi krisis listrik dan abrasi pantai di wilayah pesisir Halmahera Timur. Karya tersebut kami ikutkan dalam ITS Expo Paper Competition (IEPC) 2014.
Sebelumnya, ada peristiwa yang kurang begitu menyenangkan, karya kami ditolak dalam seleksi abstrak sebagai seleksi awal paper oleh panitia IEPC. Setelah beberapa hari kemudian, panitia IEPC menghubungi kami bahwa ada suatu kesalahan dalam pemeriksaan data di email. Pihak panitia memohon maaf karena kekurangan telitian dari data abstrak yang masuk di email panita. Mereka menganggap data kami tidak ada abstrak yang masuk, padahal abstaraknya sudah terkirim. Pada akhirnya kelompok kami dengan karya FLO-B lulus abstrak tahap pertama. Mendengar kabar tersebut, dengan antusias kami menyelesaikan karya tulis tersebut.
Setelah detik-detik pengumuman yang bertepatan dengan aksi Etos Expo Kuliah tak gentar, tidak ada kabar dari pihak panitia bahwa karya kami lulus tahap 2. Ketika emai dari salah satu kelompok kami, ternayata tidak ada pesan masuk lulus IEPC tahap 2. Mungkin karya kami berhenti sampai disini. Akan tetapi, setelah kami tanyakan ke pihak panitia tentang pengumuman tahap 2 IEPC, mereka memberitahu kami bahwa pengumumannya bisa dilihat di web ITS Expo. Kemudian kami cek, Alhamdulillah karya kami lulus ditahap kedua untuk melakukan presentasi dan pameran prototipe.
Setelah perjalanan panjang seleksi Paper dari 300 karya peserta se Indonesia, diambil kurang lebih 100 karya ditahap pertama. Kemudian lanjut ditahap kedua yang diseleksi oleh trainer untuk mengambil 50 karya dari 100 karya dan dari 50 karya diseleksi oleh dosen untuk diambil 15 karya terbaik yang akan dipresentasikan. Alhamdulillah karya kami terpelih sebagai 15 karya terbaik dan mempresentasikannya didepan mahasiswa terbaik di Indonesia.
Berikut ini foto ketika kami presentasi,



            Berdebar-debar jantung ini seakan-akan ingin terlepas dari tubuh. Hal yang mungkin wajar saya alami ketika ingin mempresentasikan, karena baru pertama kalinya saya mempresentasikan di depan mahasiswa pilihan bangsa. Mungkin saat itu saya adalah angkatan yang paling muda diantara mahasiswa lainnya, tetapi tetap rendah hati, walau saya sedikit malu, gemetar, dan takut. Tapi, saya tetap percaya diri untuk mempresentasikan karya di depan mahasiswa terbaik di Indonesia. Alhamdulillah, kami bertiga sukses untuk mempresentasikan karya FLO-B dan berhasil menjawab pertanyaa-pertanyaan dari dosen.
            Selanjutnya, kami bertiga mempromosikan karya prototipe FLO-B saat pameran dua jam sebelum pengumuman finalis. Selama dua jam tersebut, kami memanfaatkan untuk mempromosikan prototipe dan poster kepada pengunjung untuk meng-vote sebanyak-banyaknya. Berikut ini foto yang kami ambil ketika pameran prototipe dan poster FLO-B
                                        
  

            Setelah tiba waktunya pengumuman hasil finalis, dreng dreng dreng...., Alhamdulilah kelompok kami yaitu, Sony Junianto dari Jurusan Teknik Kelautan ITS penerima manfaat Beastudi Etos 2009, Pandu Heru Satrio dari Jurusan Teknik Perkapalan penerima manfaat Besatudi Etos 2012, dan saya sendiri Madi dari Jurusan Teknik Kelautan penerima manfaat Beastudi Etos 2013, telah meraih juara 2 presentasi dan The Best Prototipe ITS Expo Paper Competition 2014.
Bersyukur Alhamdulillah atas berkat rahmat dan hidayah dari Allah SWT. yang telah memberikan kami kesempatan untuk meraih juara 2 presentasi dan The Best Prototipe ITS Expo Paper Competition 2014. Tak terlupakan kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah memberikan teladan terbaik bagi kami dan Ayah dan Ibu yang telah mensupport dan mendoakan yang terbaik untuk kami, serta teman-teman Etoser Surabaya yang sangat luar biasa memotivasikan kami bertiga. Berikut ini foto yang kami dapat ketika meraihnya,










Wednesday, April 16, 2014

Peserta yang lolos ke babak Semi Final


"Selamat kepada para peserta yang berhasil lolos ke babak semi final"
berikut daftar nama peserta yang berhasil lolos ke babak semi final:

No.
No. Peserta
Nama
Asal Sekolah
1
103 20 12031
MOCH AGUNG GUNANDAR 
SMKN 13 BANDUNG
2
103 20 12027
EKA HEMA SUTANDAR   
SMAK Penabur Gading Serpong
3
103 20 12151
FAKHRI RIDHO D      
MAN Insan Cendekia Serpong
4
103 20 12060
M IQBAL SYAUQI      
SMK SMAK Bogor
5
103 20 12149
MUMTAZIAH           
SMAN 8 Jakarta
6
103 20 12152
IBRAHIM AL FATIH    
MAN Insan Cendekia Serpong
7
103 20 12036
NOVIA HARTANTI      
SMA N 14 Jakarta
8
103 20 12032
ADE PUTRA PRADANA   
SMKN 13 BANDUNG
9
103 20 12056
ABDUL JALIL         
SMK SMAK Bogor
10
103 20 12059
ACHMAD ABROORI      
SMK SMAK Bogor
11
103 20 12159
SHINTA ELLISYA FAUZIA
SMAN 1 Sukabumi
12
103 20 12030
ALFONS DATUI        
SMAK Penabur Gading Serpong
13
103 20 12095
MADI                
MAN 2 Kota Serang
14
103 20 12105
MUHAMMAD DHYAKSA    
SMA Insan Cendekia BSD
15
103 20 12052
ANISA MAULIDINA     
SMAN 3 BOGOR
16
103 20 12057
IVANDER YEREMIA S   
SMK SMAK Bogor
17
103 20 12051
IRMA SARI           
SMAN 3 BOGOR
18
103 20 12005
ROSSE NOVIYANTI     
SMA Negeri 1 Rengasdengklok
19
103 20 12160
RAHAYU PRATIWI      
SMAN 1 Sukabumi
20
103 20 12150
DIAN HANDAYANI P    
SMAN 8 Jakarta

babak semi final akan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2012 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Babak final Chemical Competition akan langsung di adakan pada hari yang sama.




Madi’s quotes


"Berkaryalah Selama Anda Masih Diberikan Nikmatnya Hidup Dan Menulislah Selama Anda Masih Diberikan Indahnya Kehidupan"— Madi Ar-Ranim

Visitors

Visitor Country

Flag Counter

Popular Posts

Visitor Country Map

Flag Counter