Pisah (Madi Ar-Ranim)
Andaikan bumi dan langit dapat saling bertemu
Andaikan kutub utara dan selatan dapat bersatu
Andaikan surga dan neraka saling bercumbu
Aku ingin selamanya bersamamu
Andaikan kutub utara dan selatan dapat bersatu
Andaikan surga dan neraka saling bercumbu
Aku ingin selamanya bersamamu
Hai kawan kemarin baru saja kita bertemu
Saling sapa, canda dan tawa bersama
Mengukir sebuah cerita waktu kita dulu
Sambil menyanyikan lagu rindu untuk kita
Saling sapa, canda dan tawa bersama
Mengukir sebuah cerita waktu kita dulu
Sambil menyanyikan lagu rindu untuk kita
Sayangnya kita saling mengenalkan waktu
Yang terus bergerak tanpa ada henti
Sayangnya kita juga saling mengenal jarak
Yang terus memisahkan kita sampai detik ini
Yang terus bergerak tanpa ada henti
Sayangnya kita juga saling mengenal jarak
Yang terus memisahkan kita sampai detik ini
Kawan, aku tak menyangka engkau secepat ini
Meninggalkan selamanya angan-angan duniawi
Tahukah engkau kawan, di sini aku sendiri
Tak ada lagi yang saling kirim surat ini
Meninggalkan selamanya angan-angan duniawi
Tahukah engkau kawan, di sini aku sendiri
Tak ada lagi yang saling kirim surat ini
Namun, aku sadar kawan karenamu
Bumi dan langit tidak bisa saling bertemu
Kutub utara dan selatan tidak bisa bersatu
Surga dan neraka tak saling bercumbu
Aku pun tak bisa selamanya bersamamu
Bumi dan langit tidak bisa saling bertemu
Kutub utara dan selatan tidak bisa bersatu
Surga dan neraka tak saling bercumbu
Aku pun tak bisa selamanya bersamamu
Untukmu para kawanku, yang sudah mendahuluiku
Aku sampaikan doa kepada sang ilahi
Agar engkau tenang di sisi-Nya
Aku sampaikan doa kepada sang ilahi
Agar engkau tenang di sisi-Nya
Serang, 2020
0 komentar:
Post a Comment