(Madi Ar-Ranim, et, al, 2015)
Kali
Surabaya yang merupakan bahan baku air minum di pedesaan telah mengalami
pencemaran. Walaupun Instalasi Penjernihan Air Minum (IPAM) Karangpilang III
menyatakan bahwa sudah diadakan sebagian pengiriman air bersih di daerah
pedesaan Surabaya. Namun, hal demikian tidak sebanding dengan capaian pelanggan
baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Padahal, jumlah kebutuhan air bersih
tiap jiwa mencapai 150 liter untuk tiap harinya. Jika dihitung berdasarkan
jumlah penduduk Surabaya yang mencapai 2,9 juta jiwa maka kebutuhan air bersih
mencapai 435.000.000 liter atau setara dengan 435.000 m3. Salah satu
daerah yang terkena kasus tersebut yaitu di masyarakat Kelurahan Keputih,
Sukolilo, Surabaya. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami mahasiswa Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang selama ini tinggal di daerah Keputih,
mempunyai solusi dalam penerapan sistem kontrol PID (Proportional Integral
Derivative) untuk mengatur tingkat kejernihan air bersih. Penerapan
tersebut kami beri nama PETROL, yakni sistem kontrol tingkat kejernihan air
untuk memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat Kelurahan Keputih, Surabaya.
Dalam mewujudkan program ini, kami melakukan metode identifikasi permasalahan
masyarakat, studi literatur, observasi, design alat, penerapan alat di
masyarakat, analisa dan pembahasan, kesimpulan dan saran, serta pembuatan
laporan akhir sebagai pertanggungjawaban. Harapan fokus kami adalah terciptanya
PETROL, yaitu penerapan baru dari kami yang akan memenuhi kebutuhan air bersih
di masyarakat Keputih. Kami pun berharap desain dari PETROL bisa dipatenkan dan
di wujudkan dalam modul. Selain itu, kami berharap bisa terciptanya komunitas
pecinta lingkungan air bersih di Kelurahan Keputih, Surabaya.
Penulis: Madi, Rio, Shaffi, Aris dan Fauzan
Penulis: Madi, Rio, Shaffi, Aris dan Fauzan
Selanjutnya bisa hubungi di Instagram: @madi_arranim (jangan lupa di follow).
Share dan Komen juga yah di bawah agar bermanfaat bagi yang lainnya. Terima aksih
0 komentar:
Post a Comment