(Marsh, et., al, 2016)
Abstrak
Stress dan
defleksi pada turbin vertikal arus laut berbilah lurus dan heliks dapat
dianalisis menggunakan model analisis hidrodinamika dan struktur. Dengan
menggunakan model Double Multiple Streamtube (DMS) dan Computational Fluid
Dynamics (CFD), gaya hidrodinamika dan tekanan pada turbin dimodelkan
menggunakan untuk tiga kali rotasi dari kondisi startup ke over speed. Hasil
dari model hidrodinamika ini digunakan untuk menentukan total stress dan
defleksi menggunakan teori beam dan metode Finite Element Analysis (FEA). Tingkatan
stress dan defleksi maksimum dapat ditemukan ketika baling-baling berada di
daerah upstream turbin. Keadaan stress
tertinggi dapat ditemukan di daerah sambungan blade-joint pada turbin yang
dikaji. Turbin berbilah heliks menunjukan tingkat stress 13% lebih rendah dari
turbin berbilah lurus, karena adanya distribusi heliks pada baling-baling
turbin di sekitar sumbu rotasi. Semua model simulasi memberikan hasil akurasi
yang sama ketika memprediksi maksimum stress dan defleksi pada bilah. Namun,
dalam analaisis yang lebih jelas disarankan menggunakan model CFD-FEA. Turbin
berbilah lurus lebih baik digunakan untuk penerapan arus laut dibandingkan
turbin heliks. Hal itu dikarenakan pada luas permukaan yang sama, turbin
berbilah lurus dapat menghasilkan output daya yang lebih tinggi, dengan hanya
13% beban struktur yang lebih besar.
Kata Kunci : Turbin Vertikal Arus Laut, CFD, Beban Struktur
Jika ingin meminta file selanjutnya, silahkan hubungi langsung melalui Instagram: @madi_arranim. Jangan lupa di follow terlebih dahulu. Jangan lupa komentar juga di bawah agar bermanfaat bagi yang lainnya.
0 komentar:
Post a Comment