Temu (Madi Ar-Ranim)
Melihatmu mataku menjadi bersinar
Memandangmu perasaanku tak mampu dipendam
Mendekatimu tubuhku seakan-akan bergetar
Menjauhimu jiwaku seperti lampu yang padam
Memandangmu perasaanku tak mampu dipendam
Mendekatimu tubuhku seakan-akan bergetar
Menjauhimu jiwaku seperti lampu yang padam
Engkau, kala itu yang membuatku tersenyum manis
Hatiku seakan-akan ingin berkata jujur apa adanya
Engkau, kala itu kita pernah makan buah manggis
Jiwaku seakan-akan tak ingin lepas darimu selamanya
Hatiku seakan-akan ingin berkata jujur apa adanya
Engkau, kala itu kita pernah makan buah manggis
Jiwaku seakan-akan tak ingin lepas darimu selamanya
Untuk pertama kalinya kala itu kita bertemu
Bersandar di bangku sekolah kita dulu
Menyanyikan sebuah lagu bernada rindu
Diiringi oleh musik yang terdengar merdu
Bersandar di bangku sekolah kita dulu
Menyanyikan sebuah lagu bernada rindu
Diiringi oleh musik yang terdengar merdu
Kala itu kita pernah bertemu di pagi hari
Bersenda gurau melihat tawamu yang lugu
Aku tak ingin mempermainkan hati
Memang belum saatnya kala itu
Bersenda gurau melihat tawamu yang lugu
Aku tak ingin mempermainkan hati
Memang belum saatnya kala itu
Engkau, siapupn itu kamu
Terima kasih yang sudah menemuiku
Kusimpan semua jejak awalmu
Dalam buku perjalananku
Terima kasih yang sudah menemuiku
Kusimpan semua jejak awalmu
Dalam buku perjalananku
Serang, 2020
0 komentar:
Post a Comment