(Madi Ar-Ranim, et, al, 2015)
Jakarta merupakan kota metropolitan pertama di Indonesia yang tidak
pernah lepas dari bencana banjir. Banjir besar di Kota Jakarta terjadi pada
tahun 1996, 2002, 2007, dan 2015 yang mampu menenggelamkan rumah-rumah warga. Kejadian banjir besar
tahun 1996 dan 2002 telah menimbulkan kerugian 9,8 trilyun rupiah, demikian
juga kejadian besar pada tahun 2007 telah merendam hampir 70% wilayah DKI
Jakarta. Banjir 2007 telah menyebabkan 55 orang menjadi korban meninggal dunia,
warga yang mengungsi mencapai 320.000 orang, dengan nilai kerugian sebesar 8,8
trilyun rupiah, terdiri dari 5,2 trilyun rupiah kerusakan, kerugian langsung
dan 3,6 trilyun rupiah merupakan kerugian tidak langsung. Adapun solusi yang
diberikan pemerintah dalam meminimalisir permasalahan banjir adalah dengan
memberikan satu buah mobil pompa penyedot air banjir di tiap wilayah rawan
banjir di Jakarta. Akan tetapi, solusi tersebut tidak ramah lingkungan karena
hasil tampungan air banjir di mobil kemudian dibuang di sungai, sehingga akan
merusak ekosisistem sungai dan kualitas
air bersih di Jakarta menjadi kurang baik. Selama peristiwa banjir besar pada
tahun 1996, 2002, 2007, dan 2015, kualitas air bersih di Jakarta semakin
mengkhawatirkan. Menurut data yang dilansir PAM Jaya Operator, pada tahun 2015 kebutuhan
air bersih di Jakarta sebesar 26,1 m3/detik. Sementara itu,
ketersediaan air bersih hanya 17 m3/detik. Berdasarkan data
permasalahan di atas, C2F (Car Cleaner Flood) diharapkan
dapat mengatasi permasalahan banjir dan memproduksi air bersih dari air banjir.
C2F selain memanfaatkan mesin penyedot air untuk memasukan
air banjir ke dalam pipa penampungan, C2F juga memanfaatkan
pompa air dan filter untuk memproduksi air bersih. Adapun metode dalam
merealisasikan C2F adalah, kami mengkaji suatu permasalahan
banjir dan krisis air bersih di Jakarta, mengumpulkan data, mendesain C2F
agar mempunyai nilai estetika tinggi, dan menganalisa hingga didapatlah
suatu hasil kesimpulan. C2F diharapkan dapat diterapkan
sebagai mobil pembersih dan produksi air banjir menjadi air bersih untuk
dikonsumsi masyarakat.
Penulis: Madi, Hendrik Saputra, Yudha Syahputra, Adhi Triadmodjo, Febri Firmansyah
Selanjutnya bisa hubungi di Instagram: @madi_arranim (jangan lupa di follow).
Share dan Komen juga yah di bawah agar bermanfaat bagi yang lainnya. Terima aksih
0 komentar:
Post a Comment