Sejarah membuktikan ketika akan diciptakannya Adam dan Hawa, Allah
SWT. berjanji akan menjadikan manusia di muka bumi ini sebagai khalifah.
Walaupun manusia akan memberikan banyak mala petaka dan kehancuran di muka bumi
ini, tapi hanya Allah SWT. yang mengetahui segala sesuatu-Nya. Pernyataan
tersebut telah tercantum dalam Firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 30,
yang artinya,“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para
Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi, Mereka
berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang
akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?,” Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Allah SWT. telah mengamanahkan kepada manusia untuk menjadi
khalifah atau pemimpin. Sayangnya, tidak semua manusia bisa menjadi pemimpin
yang diharapkan oleh masyarakat beragama islam. Pemimpin yang diharapkan oleh
masyarakat muslim adalah pemimpin yang mempunyai fondasi dasar yaitu empat
karakter yang ada pada diri Rasulullah SAW. apabila empat karakter tersebut
dimiliki oleh pemimpin di Indonesia, maka Indonesia akan menjadi negara yang
ideal dan menjadi contoh bagi negara lainnya. Oleh karena itu, jadikanlah
Rasulullah SAW. sebagai suri tauladan yang baik bagi para pemimpin, sebagaimana
firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 21 yang artinya, “Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia
banyak menyebut Allah.”
Sebagai pemimpin idaman
masyarakat yang membawanya dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan
rahmat Allah SWT. Rasulullah SAW. memiliki empat karakter yang dijadikannya
sebagai fondasi dasar untuk memimpin umatnya. Begitupun dengan kita yang telah
mempunyai kodrat untuk menjadi pemimpin, kita harus mempunyai empat karakter
yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. sebagai fondasi dasar memimpin umat. Empat
karakter pemimpin ideal yang telah kita singgung di atas adalah karakter yang
tidak asing ditelinga kita, yaitu Sidiq, Amanah, Tablig dan Fathonah.
Sidiq yang kita maksud dalam konteks pemimpin bukan hanya jujur
dalam perkataan saja, melainkan jujur dalam perkataan dan perbuatan. Saat ini
sebagian besar pemimpin di penjuru dunia mempunyai pandangan yang bagus untuk
membangun bangsanya melalui visi dan misi yang telah dibuatnya. Akan tetapi
sedikit sekali diantaranya yang mengaplikasikan visi dan misi untuk membangun
bangsa, hanya sebagian kecil saja yang berjalan, sedangkan sebagian besarnya
tidak terlaksana. Hal ini membuktikan bahwa pemimpin saat ini telah terjebak
dengan retorika, sedangkan aplikasinya tidak berjalan dengan pasti. Bukankah
Allah SWT. pernah berfirman dalam surah As-Shaff ayat 2-3,“Wahai
orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu
kerjakan?, amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang
tidak kamu kerjakan.”Surah tersebut telah
memberitahukan kita, bahwa kejujuran seorang pemimpin dinilai dari
perkaataan dan perbuatannya. Perbuatan pemimpin yang jujur adalah manifestasi
dari perkaatannya, dan perkatannya merupakan cerminan dari hatinya.
Rasulullah SAW. adalah salah satu pemimpin yang mempunyai sifat
jujur dan amanah, sehingga tak heran jika Rasulullah dikenal dengan nama
Al-Amien. Amanah dalam konteks kepemimpinan Rasulullah dan para sahabatnya
adalah amanah dalam arti menekankan dalam tanggung jawab tugas pemimpin. Tapi,
bukan berarti melaksanakan tugas yang wajib saja, namun harus melaksanakan
tugas secara lebih yang berorientasi pada ketuntasan dan kesempurnaan.Pernyataan
itu juga pernah disinggung dalam buku The 21 Indispensable Quality of Leader,
John C. Maxwell menekankan bahwa tanggung jawab bukan sekedar melaksanakan tugas,
namun pemimpin yang bertanggung jawab harus melaksanakan tugas dengan lebih,
berorienatsi kepada ketuntasan dan kesempurnaan.“Kualitas tertinggi dari seseorang yang
bertanggung jawab adalah kemampuannya untuk menyelesaikan.”
Adapun pemimpin yang tabliq
adalah pemimpin dalam arti mampu memahami masyarakat melalui komunikasi secara
verbal dan non-verbal. Karakter tabliq adalah salah satu karakter yang harus
dimiliki oleh seorang pemimpin, karena karakter inilah yang menjadikan kunci
terjalinnya hubungan yang akrab antara pemimpin dengan masyarakat. Dengan tumbuhnya
karakter tabliq pada setiap pemimpin akan tumbuh juga sikap keterbukaan seorang
pemimpin terhadap rakyatnya. Keterbukaan disini bukan dalam arti seorang
pemimpin harus sering curhat terhadap rakyatnya, akan tetapi seorang pemimpin
harus menumbuhkan tingkat kepercayaan rakyatnya untuk berkomunikasi dengannya. Sebagai contoh, Rasulullah SAW
pernah didatangi oleh seorang perempuan hamil yang mengaku telah berbuat zina.
Si perempuan menyampaikan penyesalannya kepada Rasul dan berharap diberikan
sanksi berupa hukum rajam. Hal ini terjadi karena sebagai seorang pemimpin
Rasulullah membuka diri terhadap umatnya.
Ketiga karakter yang telah kita singgung di atas, alangkah lebih
baiknya dimiliki oleh pemimpin-pemimpin yang fathonah, yaitu pemimpin yang
cerdas. Hal demikian perlu ditanamkan pada jiwa setiap pemimpin, karena hanya
dengan karakter fathonah seorang pemimpin dapat memahami karakter sidiq, amanah
dan tabliq. Kecerdasan seorang pemimpin sangat diperlukan untuk memajukan
bangsanya, karena bangsa yang maju adalah bangsa yang dipimpin oleh orang-orang
yang cerdas. Kecerdasan seorang pemimpin membuatnya dapat memecahkan
permasalahan yang terjadi pada masyarakatnya. Pemimpin yang cerdas tidak akan
membiarkan masalah berlangsung lama, karena dia selalu tertantang untuk
menyelesaikan masalah tepat waktu. Hanya pemimpin yang berilmu dan beriman sajalah
yang dapat menyelesaikan permasalahan bangsanya, hanya orang yang berilmu dan
beriman sajalah yang akan diangkat derajatnya disisi Allah SWT. sebagaimana
firman-Nya yang artinya,“Allah akan meninggikan orang-orang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”(QS.Al Mujadalah:11).
Setiap manusia telah dikodratkan untuk menjadi khalifah di muka
bumi ini. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa menolak kodrat tersebut, karena
kita telah diamanahkan untuk menjaga bumi ini. Oleh karena itu, agar bumi ini
tetap terjaga maka jadikanlah Rasulullah SAW. sebagai suri tauladan yang baik
bagi kita, melalui empat karakter yang dimiliki Rasulullah, yaitu sidiq,
amanah, tabliq dan fathonah. Keempat karakter itulah yang harus kita tumbuhkan
sebagai khalifah di muka bumi ini.
0 komentar:
Post a Comment