Bagiku pendidikan di negeri ini
sangatlah mahal, susah rasanya untuk orang yang tak mampu seperti saya ini
dalam menjalaninya. Tetapi semua itu pasti ada jalan dengan pertolongan Allah
SWT. Ayahku hanyalah seorang buruh tani, sedangkan ibuku hanyalah seorang ibu
rumah tangga, kadang-kadang bantu ayah juga di sawah, yahh wajarlah dengan
keadaan ekonomi seperti ini, saya mengalami banyak hambatan untuk masuk ke
dunia pendidikan negeri ini, tapi dari hambatan itu tidak membuat saya putus
untuk sekolah, justru membuat saya semangat untuk menggali ilmu Allah di dunia
pendidikan, banyak cara yang harus saya lakukan supaya saya bisa menggali ilmu
walaupun saya bermasalah dikeadaan finansial.
Saya adalah orang yang biasa-biasa saja,
saya tidak secerdas si fulan, saya juga tidak sepintar si fulan, tetapi saya berusaha
untuk menjadi orang yang luar biasa dengan cara banyak membaca buku sehingga
saya biasa dikenal sebagai kutu buku. Apapun kata orang, saya tidak peduli, yang
terpenting adalah saya terus berusaha menjadi hamba Allah yang selalu meberikan
banyak manfaat kepada seluruh umat, khususnya umat muslim.
Dulu, ketika saya mengikuti
perlombaan pesta sains tingkat SMP/MTs di MAN 2 Serang, saya mendapatkan
browsur MAN 2, di dalam browsur itu tercantum banyak nama alumni MAN 2 yang
bermasalah dikeadaan finansialnya tapi mereka bisa kuliah di PTN favorit +
beasiswa. Hati kecil saya berkata, bahwa saya ingin seperti mereka, dilain sisi
hati besar saya berkata, sepertinya tidak mungkin saya sekolah di MAN 2 yang
terkenal mahal itu. Alhamdulillah ternyata Allah mengetuk kata hati kecil saya.
Saya diterima di MAN 2 walaupun di kelas reguler, tetapi semua itu tidak
membuat saya berkecil hati karena saya selalu ingat dengan perkataan,”kesuksesan
itu bukanlah diraih dari satu tempat saja, tetapi bisa diraih dari manapun yang
terpenting adalah diri kita yang ingin berusaha menjadi hamba Allah yang
terbaik”. Dari perkataan itulah membuat saya bersemangat untuk menuntut ilmu di
jalan Allah SWT.
Menjadi siswa MAN 2 bukanlah perkara
yang mudah buat saya karena harus banyak biaya hidup yang dikeluarkan, belum
lagi jarak MAN 2 ke rumah saya sangatlah jauh, butuh uang 5 ribu untuk ongkos
PP, sedangkan ortu saya hanya memberi uang 10 ribu, kadang-kadang 9 ribu,
bahkan sampai 8 ribu per harinya, sisanya habis untuk kegiatan-kegiatan di MAN
2, seperti uang kas, print, fotokopi, dan bayar iuran lainya. Oleh karena itu,
saya jarang sekali makan di sekolah, lihat saja tubuh saya yang paling kurus +
paling kecil di kelas karena kurangnya asupan gizi. Lagi-lagi itu semua
bukanlah alasan saya untuk putus sekolah, tetapi membuat saya semangat untuk
menuntut ilmu dan membuat saya yakin bahwa saya bisa meraih kesuksesan dengan
pertolongan Allah SWT.
Kedewasaan saya semakin berkembang, saya
berusaha untuk menjadi siswa yang rajin, tidak bosan untuk menuntut ilmu, saya
berusaha untuk menyukai semua mata pelajaran, saya tinggalkan acara TV, saya
kurangi aktivitas bermain bersama teman,
saya berusaha untuk tidur hanya 4 jam, setiap ada tugas maka langsung saya
kerjakan tanpa peduli dengan aktivitas teman saya, dan saya berusaha untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT. yaitu dengan memperbanyak ibadah seperti
solat duha, solat tahajud, puasa senin & kamis serta tidak pernah
meninggalkan solat wajib. Itulah keseharian saya menjadi siswa MAN 2 adalah
belajar & ibadah.
Dulu, ketika kelas 10, hari sabtu
adalah hari libur di MAN 2, tetapi tidak untuk saya. Saya manfaatkan hari libur
itu untuk mengikuti kegiatan sains club (SC), semua SC saya ikuti, baik itu
matematika, kimia, biologi, maupun fisika. Kegiatan SC tersebut banyak diambil
dari anak kelas unggulan, sedangkan anak reguler paling 2 orang, salah satunya
adalah saya. Tetapi dengan hal itu tidak membuat saya takut dan gentar, justru
membuat saya lebih semangat untuk menuntut ilmu, membuktikan bahwa kelas
reguler bisa lebih baik dari kelas unggulan, dan pastinya berlomba-lomba dalam
hal kebaikan.
Hambatan itu pasti ada, saya masih
ingat dengan perkataan teman saya, katanya saya terlalu tamak untuk mengikuti
semua kegiatan SC, tapi saya tidak peduli karena saya hanya ingin menuntut ilmu
di jalan Allah, saya hanya ingin mengetahui ilmu lebih dalam lagi demi membela
Agama Allah. Selama kita masih hidup maka perbanyaklah menggali ilmu Allah untuk bekal di akhirat
nanti, bukankah Allah sangat menyayangi hambanya yang gemar menuntut ilmu dan
ilmu yang bermanfaat akan diperhitungkan akhirat kelak. Dilain sisi saya merasa
iri melihat teman-teman saya yang bisa memanfaatkan hari libur itu dengan
refresing, main footsal, main game, nonton film di bioskop, dll. Tapi
biarkanlah, hidup itu kan pilihan dan kerja keras itu adalah perjuangan.
Alhamdulillah Allah mengetuk kata hati kecil saya, Allah membayar semua kerja
keras itu dengan memberikan rezeki berupa beasiswa selama 3 tahun seperti BSM,
UPZ, DOMPET DHUAFA, dan PRESTASI. Selain itu Allah memindahkan saya ke kelas
unggulan, subhanAllah suatu nikmat besar yang tidak pernah saya dapatkan selama
ini, dan tidak pernah terpikirkan dengan semua pemberian Allah SWT. hanya bisa
bersyukur dengan semua ini dan berusaha untuk menjaga amanah Allah SWT. saya
yakin Allah mendengar kata hati kecil saya dan Allah pasti mengabulkan kata
hati kecil saya karena Allah telah mengetuk kata hati kecil saya.
Banyak hal baru yang saya dapatkan di
kelas unggulan, mulai dari kondisi kelas ber AC yang membuat saya nyaman untuk
belajar, banyak teman baru yang bawa leptop/netbook yang membuat saya iri
kerena saya tidak punya leptop, teman baru yang pintar-pintar dibidangnya
masing-masing yang membuat saya bersemangat untuk mengetahui kemampuan saya,
dan guru-guru yang lebih kreatif dalam hal mengajar yang membuat saya lebih
kreatif lagi dalam belajar. Tetapi keadaan semua itu tidak membuat saya bersuka
ria dan malas-malasan, bahkan membuat saya lebih rajin lagi dalam belajar
karena saingan di kelas unggulan semakin ketat. Saya berusaha untuk menjadi
siswa yang berbeda di kelas unggulan, ketika jam istirahat pertama tiba,
teman-teman pergi ke koperasi untuk beli makanan ringan, sedangkan saya hanya
bisa menyendiri di kelas dengan banyak membaca buku atau biasanya ke masjid untuk
solat duha, begitupun saat istirahat kedua saya lakukan hal yang sama,
teman-teman pergi ke koperasi untuk beli makan siang, sedangkan saya hanya bisa
menyendiri di kelas dengan banyak membaca buku atau biasanya ke perpustakaan. Sebenarnya
saya juga ingin bersama dengan teman-teman bisa makan bersama, tapi yah mau
bagaimana lagi, kondisi uang saya yang sangat cukup bahkan bisa dibilang
kurang. Itulah keseharian saya di MAN 2, saya hadapi dengan rasa kesabaran
selama kurang dari 3 tahun, tetapi saya tetap bersyukur karena saya masih
diberikan kesehetan dan prestasi yang cukup.
Dulu, ketika kegiatan SC kimia, bu
Ira selaku pembimbing mengundang salah seorang alumni yang namanya tercantum di
dalam browsur tadi, yaitu Muksin mahasiswa teknik metalurgi dan material UI.
Saya sering memanggilnya kak muksin, beliau menceritakan pengalaman hidup
beliau selama di MAN 2 dari suatu ketidakadaan menjadi suatu keadaan, sayangnya
beliau tidak menceritakan terlalu banyak, mungkin beliau masih sibuk untuk
mengurusi dunia perkuliahannya, tetapi beliau memberi nomor Hp ke anak SC
kimia, dari nomor Hp itulah saya berusaha untuk mengenal beliau lebih dekat
lagi. Saya masih ingat pertama kali sms beliau, yaitu ”Assalamualaikum,
perkenalkan nama saya Madi, saya dari kelas X1, saya anak SC kimia K”, beliau
menjawab “waalaikumsalam, iyah dek salam kenal juga”. Saya tidak pernah sungkan
untuk menanyakan pengalaman beliau, baik di MAN 2 maupun di UI. Sejak itulah
saya mengetahui arti sebuah perjuangan untuk menuntut ilmu tanpa memandang kaya
dan miskin. Beliaulah yang memberitahu saya supaya saya banyak berlatih
soal-soal SNMPTN dari tahun ke tahun, beliau juga yang pertama kali memberikan
saya soal SNMPTN, dan dari beliaulah saya mengenal bahwa UI adalah kampus
perjuangan yaitu kampus yang menganut sistem berkeadilan yang biasa dikenal
BOP-B, sistem inilah yang memberantas kemiskinan. Selain itu dari beliaulah
saya tahu bahwa UI adalah kampus yang kaya akan beasiswa, salah satu beasiswa
yang saya kenal adalah beasiswa seribu anak bangsa.
Beasiswa adalah salah satu alasan
saya ingin kuliah di UI, saya tidak akan pernah bisa kuliah tanpa beasiswa
karena ortu saya yang sudah angkat tangan atau tidak mampu lagi untuk membiayai
saya kuliah. Saat itulah saya mulai berstrategi dan berusaha untuk bisa kuliah
di UI, mulai dari banyak latihan soal SNMPTN untuk persiapan jalur tulis,
berusaha belajar keras supaya dapat nilai raport yang bagus untuk persiapan
jalur undangan, dan berusaha untuk mengenal UI lebih dekat lagi. Semenjak saya
duduk di kelas unggulan, saya tinggalkan aktivitas yang tidak penting menurut
saya seperti FB, twitter, TV, dan bermain. Keseharian saya disibukan dengan
belajar, solat, ngaji, dan puasa sunah. Alhamdulillah Allah membalas semua
kerja keras saya, saya mendapatkan juara 2 di kelas unggulan, padahal baru
pertama kali masuk di kelas unggulan, tetapi saya sudah bisa mengalahkan
teman-teman saya yang terbilang lebih pintar dan lebih cerdas dari saya. Lagi-
lagi hanya bisa bersyukur dengan semua pemberian Allah SWT. dari situlah saya
menyadari bahwa kecerdasan dan kepintaran bukanlah salah satu syarat untuk
meraih keberhasilan, tetapi kerja keraslah yang mampu menjawab semua
keberhasilan itu.
Sayangnya, kerja keras saya untuk
kuliah di UI tertunda ketika saya duduk di kelas 2, tetapi mimpi saya untuk
kuliah di UI tidak bisa terlupakan. Kerja keras saya digantikan untuk membawa
nama harum MAN 2 melalui perlombaan sains di bidang kimia. Perlombaan yang
pernah saya ikuti adalah PSN KIMIA 11, CFUI 11, OSK KIMIA 12, OSP KIMIA 12, OSM
KIMIA 12, LCTK ITB 12, CCUI 12, PSN KIMIA 12, dan CFD UNPAD 13. Alhamdulillah
dari perlombaan itu saya mampu membawa nama harum MAN 2 dengan mendapatkan
juara 2 OSK KIMIA 12, juara 2 OSM KIMIA 12, semifinalis CCUI 12, dan
semifinalis CFD UNPAD 13. Pengalaman yang tidak pernah saya lupakan adalah saat
mengikuti OSK KIMIA 12 karena perjuangan untuk membawa nama harum MAN 2 lebih
terasa, dilain sisi OSK adalah suatu lajang perlombaan sains yang paling
bergengsi dan diakui kebenaranya. Selain itu dari segi seleksinya paling ketat
dan soalnya paling bermutu daripada perlombaan sains lainya. Keseharian saya
saat itu adalah fokus untuk belajar kimia, sedangkan pelajaran yang lain untuk sementara
waktu saya tinggalkan. Lagi-lagi hambatan itu pasti ada, banyak teman-teman
yang mengolok-olok saya, bahwa saya belajarnya kimia aja, bisanya kimia aja,
sedangkan pelajaran yang lain biasa-biasa aja. Lagi-lagi saya tidak akan pernah
peduli dengan perkataan orang lain, lagipula hanya untuk sementara waktu aja
fokus di kimia, itupun tujuannya untuk membawa nama harum MAN 2, saya ingin
mempertahankan posisi MAN 2 yang dapat juara 2 OSK KIMIA 11, dan saya tidak
ingin membuat prestasi MAN 2 turun. Selain itu soal olimpiade adalah soal yang
paling sulit, bayangkan saja anak SMA/MA harus mengerjakan soal anak S1, S2,
dan S3. Jadi, mau tidak mau yah harus fokus untuk memperdalami materinya, saya
katakan lagi, “hidup itu pilihan, kerja keras itu perjuangan”.
Alhamdulillah Allah membalas semua
kerja keras dan kesabaran saya itu, saya mampu membawa nama harum MAN 2 dengan
mempertahankan posisi di tahun 2011 yaitu juara 2 OSK KIMIA. Sebelumnya ada isu
dari grop FB bahwa MAN 2 ada 3 siswa yang dapat juara 1, yaitu saya (Kimia), Fakhri
(Fisika), dan Yusuf (MTK). Isu tersebut membuat saya, Fakhri, dan Yusuf
penasaran serta mencari kebenarannya. Sejak pagi hingga sore hari menunggu kabar
yang sesungguhnya dari Pak Apep, ternyata kabar itu datang setelah solat asar,
kata Pak Apep yang lulus hanya fisika, kebumian, dan ekonomi. Itupun belum tahu
siapa aja yang lulus dan peringkatnya pun belum tahu karena Pak Apep juga dapat
kabar dari temannya bukan dari DIKNAS. Saat itu saya sedih dan kecewa karena
kabar yang tidak jelas, saya khawatir ada suatu kejanggalan dari sistem OSK
tahun ini, padahal dari SMA 1 dan SMA 2 sudah pada tahu hasilnya, sedangkan
kabar untuk MAN 2 masih belum jelas. Saat itu semangat saya turun, susah makan,
susah tidur, dan susah belajar. Saya hanya bisa menangis dalam doa saya untuk
MAN 2. Padahal saya yakin banget dapat peringkat 3 besar, saya sudah berusaha
keras untuk meraihnya, saya juga berusaha perfec dalam menjawab soal, tapi
kenapa anak kimia MAN 2 tidak ada yang lulus, saya malu dengan Pak Apep, orang
tua, guru-guru, dan teman-teman. Kekecewaan saya alami selama 1 minggu sebelum
hasil yang sebenarnya keluar, saya berusaha untuk tenang walaupun isu
dimana-mana datang. Kabar mengagetkan datang dari salah seorang teman saya yang
membacakan hasil OSK yang sebenarnya bahwa MAN 2 berhasil memecahkan record
juara 1 kebumian diraih oleh Rizki, juara 2 kebumian diraih oleh Mahmud, juara
2 kimia diraih oleh saya “Madi”, juara 2 astronomi diraih oleh Hilmi, juara 5
kimia diraih oleh Athika, dan juara 5 fisika diraih oleh Fakhri. Alhamdulillah,
saya langsung sujud syukur di depan teman-teman, saya senang karena MAN 2 mampu
memecahkan record tersebut, prestasi MAN 2 tahun ini lebih baik dari tahun
sebelumnya, dan saya berharap tahun berikutnya pun harus lebih baik dari tahun
sekarang. Setelah saya meraih juara 2 OSK KIMIA 12, saya mendapatkan banyak
beasiswa prestasi dari MAN 2, selain itu saya dikasih hadiah sebuah leptop dari
orang tua saya, lagi-lagi hanya bisa bersyukur dengan semua ini dan berusaha
untuk menjaga amanah Allah SWT.
Saatnya masuk kelas 3, tetapi
perjuangan saya untuk membawa nama harum MAN 2 tidaklah berhenti sampai disini,
justru saat seperti inilah perjuanganya lebih terasa. Saya bersama teman-teman
berjuang membela MAN 2 supaya persentase kelulusan UN, SNMPTN, dan SBMPTN meningkat.
Banyak sekali kegiatan di kelas 3, seperti try out, bimbel, tugas sekolah,
belajar bersama, dll. Kegiatan itu membuat semua anak kelas 3 mendadak rajin.
Sedangkan saya yang biasanya bersahabat dengan buku, jarang melakukan canda dan
tawa bersama teman-teman saat kelas 1 dan 2, tetapi di kelas 3 saya lebih
banyak canda dan tawa bersama teman-teman di sekolah dan saya berusaha untuk
mempunyai jiwa sosial. Hal itu saya lakukan karena sosialisasi itu penting
setelah keluar dari MAN 2 dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Saatnya perjuangan bersama UN,
SNMPTN, dan SBMPTN. Semester 1 di kelas 3 atau semester 5 adalah tolak ukur
persentase kenaikan nilai untuk UN dan SNMPTN. Sehingga di semester ini
semuanya berlomba-lomba dalam hal kebaikan untuk mendapatkan nilai yang bagus
dan dengan cara yang bagus pula. Awal masuk kelas 3, semuanya pada mengukir PTN
dan fakultas yang diharapkan untuk masa depan yang lebih baik.
Saatnya semester 2, masa-masa
kegalauan anak kelas 3 terlihatlah semuanya di semester ini, mulai dari kebingungan
memilih PTN dan fakultas, semuanya pada melakukan dengan cara masing-masing,
ada yang konsultasi ke guru, ada yang konsultasi ke BK, bahkan ada yang
konsultasi ke alumni serta browsing di internet. Bagi saya itu adalah hal yang
wajar dilakukan oleh anak kelas 3, tetapi saya tidak sepusing mereka untuk
memilih PTN dan fakultas untuk SNMPTN karena saya udah mempersiapkan pilihan
saya semenjak saya kelas 1. Dari awal sampai akhir saya selalu milih teknik
metalurgi dan material UI dipilihan pertama, sebenarnya yang saya harapkan
adalah Teknik dan UI. Saya memilih teknik karena zaman sekarang sudah modern,
semuanya butuh teknologi, sehingga tenaga teknologi sangatlah dibutuhkan di
zaman sekarang, selain itu saya ingin indonesia bisa lebih maju lagi dengan
teknologi. Saya memilih UI karena UI satu-satunya PTN yang menganut sistem
BOP-B yaitu sistem berkeadilan yang mampu memberantas kemiskinan di negeri ini,
selain itu di UI kaya akan beasiswa, dan saya juga banyak mengenal senior UI
sehingga saya bisa menjalani aktivitas kuliah dengan baik berdasarkan
pengalaman senior. Sedangkan saya memilih teknik metalurgi dan material karena
mindset saya adalah pertambangan, selain itu saya mempunyai kemampuan dasar-dasar
materi teknik metalurgi dan material yaitu kimia.
Saatnya pengumuman UN dan SNMPTN. Sebenarnya
dari awal saya sudah yakin pasti MAN 2 lulus UN 100% dengan cara yang baik,
dilain sisi saya takut karena sistem UN tahun ini sangat buruk, mulai dari soal
20 paket, ljk yang cepat rusak,
keterlambatan soal, rekaman listening yang tidak jelas, dll. Tapi alhamdulillah
MAN 2 lulus UN 100%. Tidak lama setelah pengumuman UN, saatnya pengumuman
SNMPTN, awalnya saya sangat yakin diterima karena saya sudah melampirkan 3
sertifikat terbaik saya, salah satunya juara 2 OSK KIMIA yang sudah ada ikatan
DIKNAS, selain itu nilai saya yang cukup baik, prestasi alumni di UI juga cukup
baik, dan prestasi MAN 2 juga sangat baik dengan akreditasi A. Sayangnya saya
tidak diterima, saat itu perasaan saya sedih dan lebih sedih saat mendengar
kabar bahwa MAN 2 yang diterima hanya 11 siswa, bisa dibilang aneh, padahal
tahun kemarin hampir semuanya diterima. Tapi biarkanlah, ini bukanlah akhir
dari segala-galanya, masih banyak kesempatan dijalur lainya. Saat itulah saya
bersama teman-teman banting tulang untuk bisa memperebutkan kursi di PTN
favorit. Saat itu juga saya menjadi mentor teman-teman bimbel untuk mengadakan
try out bersama, belajar bersama mengerjakan soal-soal SBMPTN, dan memberi
materi kimia untuk teman-teman yang membutuhkanya serta saling tanya jawab soal
SBMPTN.
Saatnya pengumuman SBMPTN dan SIMAK
UI. Awalnya saya tidak yakin diterima melalui jalur SBMPTN karena soal yang
saya kerjakan jauh dari target, saya mengerjakan soal sangat sedikit dari
soal-soal try out yang saya ikuti, apalagi pilihan saya yang terlalu tinggi
yaitu FTMM UI, SITH-R ITB, dan TEKLA ITS. Pada akhirnya saya dinyatakan lulus
dipilihan 3 yaitu TEKNIK KELAUTAN ITS. Perasaan
saya biasa aja, saya tidak senang dan tidak sedih karena saya masih berharap
diterima di UI jalur SIMAK UI. Tapi saya bersyukur sudah mempunyai cadangan PTN
favorit. Seminggu setelah pengumuman SBMPTN, saatnya pengumuman SIMAK UI,
perasaan saya campur aduk tidak seperti biasanya saat melihat pengumuman UN,
SNMPTN, dan SBMPTN. Saya sangat yakin pasti saya diterima melalui jalur SIMAK
UI karena saya merasa mudah mengerjakan soal SIMAK UI bahkan lebih mudah dari
soal SBMPTN, selain itu saya yang sudah berjuang sejak kelas 1, dilain sisi
saya ditolak 2 kali oleh UI. Jadi untuk ketiga kalinnya saya tidak boleh gagal
lagi, tapi nyatanya saya ditolak lagi. Saat itu saya merasakan kecewa berat,
seharian susah tidur, susah makan, hanya bisa menyendiri di kamar. Saya kecewa
berat karena saya merasa apa yang saya inginkan tidak saya dapatkan, saya
merasa perjuangan selama ini sia-sia, selain itu saya tidak mengetahui tentang
TEKLA ITS, itu hanyalah pilihan cadangan saya.
Keesokan harinya, saya search di
google tentang TEKLA ITS, ternyata info yang saya dapatkan sangat menyenangkan
hati, saat itu saya mengatakan bahwa perjuangan saya tidak sia-sia, ini adalah
dunia yang saya butuhkan walaupun bukan yang saya ingingkan, tetapi sesuai
dengan mindset yang saya butuhkan. Setelah itu dengan semangat saya kumpulkan
berkas-berkas untuk proses daftar ulang, tapi saya bingung untuk berangkat ke
ITS karena saya tidak ada uang transportasi, butuh uang yang banyak untuk
sampai ke ITS. Alhamdulillah saya mendapatkan bantuan dari dana abadi MAN 2
serang dan dana UPZ untuk uang transportasi ke ITS.
Keberangkatan saya ke ITS untuk
daftar ulang sangatlah berat karena saya harus meninggalkan keluarga dari
serang ke surabaya hanya seorang diri. Saat berada di perjalanan selama satu hari,
saya di sms oleh ETOSER ITS bahwa saya direkomendasikan untuk mendapatkan
beasiswa ETOS dan sesampainya di surabaya saya dibantu oleh keluarga kak nikmat
mahasiswa teknik fisika ITS alumni MAN 2 serang untuk proses daftar ulang.
setelah daftar ulang berhasil, saya juga berhasil lulus verivikasi BIDIKMISI.
Alhamdulillah saya sudah sah menjadi bagian dari mahasiswa TEKNIK KELAUTAN ITS
disertai BIDIKMISI.
Sepulangnya dari surabaya, saya
kabarkan semua itu ke keluarga besar saya bahwa saya kuliahnya dengan biaya Rp
0 dan tiap bulanya dikasih uang sebesar Rp 600.000. semua keluarga besar saya
bangga dengan kabar tersebut. Tapi saya bingung masalah tempat tinggalnya nanti
di surabaya, soalnya tidak ada uang untuk bayar kos dan akomodasi di surabaya.
Seminggu setelahnya, saya ditelepon oleh ETOSER ITS bahwa saya berhak untuk
mendapatkan beasiswa ETOS, alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan semua
ini, Allah mengabulkan apa yang saya butuhkan, saya diterima di FT PTN favorit
dan beasiswa.sekarang saya hanya tinggal belajar aja yang benar, masalah
akomodasi dan biaya hidup selama kuliah semuanya ditanggung oleh BIDIKMISI dan
ETOS. Dari situlah saya menyadari bahwa Allah pasti mengabulkan apa yang kita
butuhkan selama kita berjuang dan berdoa untuk mendapatkannya. Terima kasih ya
Allah.

0 komentar:
Post a Comment